Perkuat Pendidikan Karakter,GSMS Provinsi Lampung 2026 Resmi Dimulai

Logika News
Gelar Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Provinsi Lampung Tahun 2026 resmi dibuka di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Rabu (21/10/2026).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP, M.H menjelaskan, bahwa GSMS merupakan inisiatif strategis Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk memperkuat pendidikan karakter melalui pendekatan seni dan budaya, mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia kesenian, serta menumbuhkan apresiasi seni sejak dini.

Pelaksanaan pembelajaran GSMS di Provinsi Lampung berlangsung selama tiga bulan, mulai Juli hingga September 2026. Dalam periode tersebut, para seniman terlibat langsung dalam proses pembelajaran di sekolah, mendampingi peserta didik untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan berbagai bentuk ekspresi seni.

Thomas menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada Provinsi Lampung dalam pelaksanaan program tersebut. Ia berharap GSMS dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sehingga semangat mencintai budaya semakin tumbuh di kalangan generasi muda.

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya kolaborasi dan strategi bersama untuk memperkuat pemajuan kebudayaan di Lampung, terutama dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah dan menyediakan ruang ekspresi seni yang dapat berkembang secara mandiri di tengah masyarakat.

Menurutnya, penggunaan bahasa Lampung di ruang publik perlu menjadi perhatian bersama. Perubahan komposisi masyarakat yang semakin heterogen menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlangsungan percakapan bahasa daerah, khususnya di lingkungan perkotaan.

Karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran dan komunikasi yang lebih efektif agar bahasa Lampung tetap dikenal, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Selain pelestarian bahasa, pengembangan ruang pertunjukan seni dan budaya yang representatif juga menjadi perhatian. Ruang ekspresi yang dikelola secara rutin dan terjadwal dinilai dapat memberikan kesempatan kepada komunitas seni untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kebudayaan Lampung kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Potensi budaya Lampung, termasuk kekayaan adat Saibatin dan Pepadun, perlu terus digali dan dikembangkan sebagai identitas daerah yang dapat diperkenalkan melalui pertunjukan seni, kegiatan kebudayaan, dan pengalaman wisata berbasis budaya.

Advertisement
Thomas berharap gagasan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan dan perencanaan bersama sehingga upaya pelestarian budaya tidak hanya bergantung pada kegiatan seremonial, tetapi juga tumbuh dari inisiatif komunitas dan partisipasi masyarakat.

Gelar Karya GSMS Provinsi Lampung Tahun 2026 menjadi puncak rangkaian pembelajaran seni yang telah berlangsung di sekolah selama tiga bulan. Dalam kegiatan tersebut, peserta didik menampilkan hasil proses pembelajaran dan kreativitas mereka sebagai bentuk apresiasi terhadap seni dan budaya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap lahir generasi muda yang kreatif, berkarakter, serta bangga terhadap identitas budayanya. Sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, seniman, komunitas, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat ekosistem seni dan budaya sekaligus memastikan kekayaan budaya Lampung tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Gelar Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Provinsi Lampung Tahun 2026 yang dibuka oleh Gubernur Lampung yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansah.

Dalam sambutan Gubernur Lampung yang dibacakan Yanyan Ruchyansah, disampaikan bahwa Lampung memiliki kekayaan seni dan budaya yang menjadi identitas sekaligus kebanggaan daerah. Kekayaan tersebut mencakup seni tari, musik tradisional, sastra lisan, kerajinan, serta beragam ekspresi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.

Menurutnya, kekayaan budaya tersebut perlu dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia pendidikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *