Usut Kasus Korupsi Dana BOS, Kejari Tangerang Periksa 100 Kepala Sekolah

414

LOGIKANEWS.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang, Banten, tengah usut kasus dugaan penyalahgunaan pada anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) dan sebanyak 100 kepala sekolah (kepsek) di Kabupaten Tangerang pun dipanggil untuk pemeriksaan.

“Sekarang sudah ada sekira 100 kepsek yang kita mintai keterangan. Ini dalam rangka pengumpulan keterangan dan pendalaman. Tim teknis dari Dinas Pendidikan juga kita mintai keterangan kembali,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Kabupaten Tangerang Deny Marincka seperti dilansir Antara, pada Senin (27/6/2022).

Ia mengatakan, pada awal pemeriksaan, pihaknya telah memanggil 70 kepala sekolah. Namun kini jumlah tersebut terus bertambah.

“Keterangan dari kepala sekolah yang diperiksa ini secara keseluruhan hasilnya sama,” katanya.

Deny juga menyebut saat ini tim penyidik masih mendalami terkait bukti petunjuk yang mengarah pada tindakan pidana khusus pada kasus Bosda tersebut.

“Mereka mengaku pembelian itu dari Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (Siplah). Semua sama bilangnya beli. Kami masih mendalami apakah harga tersebut kemahalan atau tidak, karena kan ada ketentuan harga eceran tertinggi,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dana Bosda yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2021 Kabupaten Tangerang diduga adanya permasalahan. Dana bantuan sekolah SD dan SMP itu diduga belum diaudit internal inspektorat setempat.

Penganggaran dana Bosda SD di perubahan 2021 sebesar Rp 6 miliar dari anggaran murni Rp 231 miliar. Untuk dana Bosda SMP di APDB murni 2021 dianggarkan Rp 73 miliar ditambah Rp 4 miliar di anggaran perubahan. (*)


(detik.com)

TONTON JUGA VIDEO YOUTUBE KAMI

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More