The Best Lawyers Club Indonesia Rayakan HUT ke 6 di Bandung Tunjukan Indahnya Kebersamaan

190

LOGIKANEWS.COMRatusan advokat dari seluruh Indonesia merayakan Anniversary atau Hari Ulang Tahun (HUT) The Best Lawyers Club Indonesia (BLCI) yang ke 6, di Hotel Horison Bandung, Jumat (17/06/2022).

Pada hari besarnya ini, The BLCI mengadakan Talk Show dengan menghadirkan pemateri-pemateri ternama di Indonesia, diantaranya empat tokoh advokat di Indonesia. Empat pemateri tersebut diantaranya, Ketua Ferari (Federasi Advokat Republik Indonesia) Dr (Yuris)., Dr (Mp)., H. Teguh Samudera, SH.,MH dan Wakil Ketua pengurus Pusat APTISI, Prof. Dr. H. Dwidja Prayitno, SH., MH., SpN, Ketua Umum Sahabat Advocate Nusantara Indonesia (SANI), Dr.(c) Irwan Hadiwinata, S.H., SpN, MH dan salah satu pendiri Kongres Advokat Indonesia (KAI), Erman Umar.

Talk show yang dipandu langsung dua advokat ternama, Dr. Subagyo, SH., MH dan Dr. Indra Yudha Koswara, SH., MH mengusung tema “Menuju Satu Dewan Kehormatan”. Acara ini mendapat antusias dan apresiasi dari ratusan advokat yang menghadiri kegiatan tersebut.

Perayaan HUT The BLCI ke 6 ini terselenggara dengan cukup meriah. Seluruh advokat nampak terlihat kompak dan bahagia serta konsen memperhatikan pidato Presiden dan Ketua dewan Pembina The BLCI, Dr. Iur. Liona Nanang Supriatna, SH., M. Hum dan Roelly Panggabean, SH., MH.

Panitia melakukan potong kue, bernyanyi dengan diiringi alunan musik yang dibawakan The BLCI Band, pengambilan foto serta pemberian penghargaan dan plakat kepada seluruh narasumber.

Ketua Panitia HUT The BLCi ke 6, Ervin Alexander Aritonang, Sh,. MH. (Ft: asep ahmad)

Ketua Panitia HUT The BLCI ke 6, Ervin Alexander Aritonang, SH., MH mengatakan, perayaan HUT The BLCI ke enam dihadiri ratusan advokat dari berbagai organisasi. Kali ini, ujar Alexander, perayaan hari besar The BLCI mengambil tema “Menuju Satu Dewan Kehormatan”.

“Kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi antar advokat dari berbagai organisasi. Kami merasa bangga dan bahagia karena acara berlangsung sukses. Melihat dinamika yang terjadi saat ini, maka menurut hemat kami perlu adanya satu dewan kehormatan, sehingga di  usia The BLCI ke enam ini kami juga mengadakan Talk Show dengan tema Menuju Satu Dewan Kehormatan,” ujarnya.

Menurut Alexander, melalui dewan kehormatan diharapkan bisa memberikan standarisasi bagi semua advokat dan kembali menghidupkan marwah advokat Indonesia yang saat ini terpecah belah.

“Kami semua  sepakat untuk dibentuknya Dewan Kehormatan untuk lebih mempererat tali silaturahmi dan kualitas semua advokat di Indonesia,” tandasnya.

Alexander mengaku bangga telah menjadi bagian dari perayaan The BLCI ke enam. Diapun mengaku bahagia karena semua advokat begitu kompak menyukseskan acara ini.

Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung acara ini. Tak lupa kami juga sampaikan ucapan terima kasih kepada semua sponsor yang telah membantu terselenggara ini dengan sukses,” paparnya.

Rutin Rayakan Ulang Tahun

Sekjen The BLCI, Dr. L. Alfies Sihombing, SH., MH., MM., CPR, CLA, M.I.Kom, CTCL, Med, ACIArb memberikan plakat penghargaan kepada semua pemateri Talk Show yang diadakan The BLCI dalam rangka merayakan HUT The BLCi ke 6, salah satunya adalah Erman Umar, tokoh penting di kalangan dunia advokat, yang sudah malang melintang menangani berbagai perkara yang melibatkan tokoh-tokoh nasional seperti Tomy Soeharto dan lainnya. (Ft: asep ahmad)

Sekjen The BLCI, Dr. L. Alfies Sihombing, SH., MH., MM., CPR, CLA, M.I.Kom, CTCL, Med, ACIArb mengatakan, setiap tahun secara rutin dilaksanakan acara ulang tahun dengan metode berbeda-beda. Tahun ini acara dilaksanakan dengan kegiatan hiburan dan Talk Show.

“Kalau tahun sebelumnya, kami merayakan ulang tahun The BLCI dengan pelantikan. Kami merasa bangga karena Talk Show langsung dihadiri para pemateri yang sangat hebat dan berpengalaman di dunia advokat. Para pemateri merupakan tokoh-tokoh penting dari organisasi advokat,” jelasnya.

Menurut Alfies, di The BLCI menciptakan kebersamaan tanpa membeda-bedakan organisasi advokat yang ada di Indonesia. “The BLCI adalah wadah dari seluruh advocate yang ada. Di Indonesia sendiri sudah ada sekitar 52 Organisasi Advokat (OA) dan yang hadir diacara ini mungkin ada setengah dari jumlah organisasi,” katanya.

Pembentukan Dewan Kehormatan

Presiden dan Ketua dewan Pembina The BLCI, Dr. Iur. Liona Nanang Supriatna, SH., M. Hum dan Roelly Panggabean, SH., MH (jas abu) beserta jajaran merayakan HUT The BLCI ke 6 dengan potong kue. (ft: asep ahmad)

Ketika ditanyakan tentang tujuan dibentuknya Dewan Kehormatan yang menjadi tema di acara Talk Show HUT The BLCI ke 6, Alfies Sihombing mengatakan, pembahasan Dewan Kehormatan merupakan keinginan dari Organisasi Advokat.

“Dewan Kehormatan ini sangat diperlukan untuk menjaga integritas Dewan Kehormatan. Kalau tidak ada Dewan Kehormatan, kami khawatir terjadi perpecahan diantara advokat. Sehingga dengan adanya satu dewan kehormatan untuk semua advokat di Indonesia,” terangnya.

Diwaktu yang sama, Presiden The BLCI, Dr. Iur. Liona Nanang Supriatna, SH., M.Hum mengatakan, pihak The BLC optimis keinginan agar dibentuknya Dewan Kehormatan bisa terwujud, karena mau tidak mau harus ada Dewan Kehormatan.

“Agar tertib, maka harus dibentuk Dewan Kehormatan untuk seluruh advokat di Indonesia. Menurut kami ini adalah wajib dan suatu saat akan terbentuk,” tandasnya.

Menurut Liona Nanang Supriatna, saat ini terjadi perpecahan diantara advokat. Perpecahan itu terjadi karena masing-masing advokat mempertahankan ego organisasi advokat, baik secara organisasi maupun secara individu.

“Semua merasa paling benar, merasa paling hebat sehingga terjadi bentrokan atau kesalahpahaman. Menurut saya semuanya harus dilandasi dengan kasih sayang, saling menghargai dan saling menghormati satu sama lain. Tanpa adanya cinta kasih dan saling menghormati tidak mungkin terjadi perdamaian,” tegas Liona Nanang Supriatna.

Kedamaian, lanjut Liona, akan terjadi kalau bisa menganggap semua advokat ini adalah saudara. Dalam dunia advokat ada perbedaan tetapi dalam kesatuan.

Marwah Advokat Sebagai Profesi Mulia

Ketua dewan Pembina The BLCI, Roelly Panggabean, SH., MH memberikan plakat penghargaan dan cinderamata kepada tokoh-tokoh advokat di Indonesia yang menjadi pemateri di acara Talk Show HUT The BLCI ke 6. (Ft: asep ahmad)

“Dalam kesatuan tapi juga dalam perbedaan. Itu yang harus kita tanamkan. Jadi, advokat yang terhimpun di The Best BLCI ini adalah menghilangkan sekat-sekat OA demi terwujudnya marwah advokat sebagai profesi yang sangat mulia,” tandasnya.

Liona Nanang Supriatna juga menegaskan, karena perpecahan diantara advokat, maka akan menimbulkan dampak negatif yang sangat besar. Secara langsung akan merugikan masyarakat yang mencari keadilan. Ketika advokat yang merugikan masyarakat kemudian diadukan ke dewan kehormatan, lalu diberikan sangsi oleh salah satu organisasi, lalu advokat yang mendapat sangsi tersebut malah pindah ke organisasi yang lain.

“Maka jelas, ini akan merugikan masyarakat. Seharusnya sangsi itu ditaati, misalnya advokat yang melanggar kode etik tidak boleh berpraktek sebagai advokat selama satu tahun, tapi ternyata sangsi ini tidak bisa dijalankan, karena oknum ini telah pindah ke organisasi yang lain. Itu dampak langsung kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, papar Liona, hal yang merugikan kepada advokatnya itu sendiri adalah ketika ada advokat yang memiliki semangat yang tinggi untuk menjalankan profesi yang sangat mulia, ternyata malah terjadi gontok-gontokan diantara advokat sendiri.

“Tentu ini akan membunuh karakter advokat, yang ingin menjadi advokat yang memahami profesi advokat untuk menegakan keadilan. Untuk itu, semua advokat harus mengingat dan mengimplementasikan tentang kode etik advokat serta mempertahankan marwah advokat yang sebenarnya. Jalankan profesi advokat guna membela keadilan untuk masyarakat dan keadilan dalam profesi hukum,” paparnya.

Liona menilai pemerintah sangat menghargai profesi advokat, tidak ikut campur dan melakukan intervensi terhadap keberadaan OA. Pemerintah memberikan kebebasan kepada profesi advokat. Ini berarti, nasib advokat sangat tergantung kepada organisasinya itu sendiri. “Mau tidak kita duduk bersama untuk membicarakan advokat dimasa yang akan datang,” pungkasnya. (asep ahmad)

INDAH: Suasana HUT The BLCI ke 6 dilaksanakan dengan cukup meriah. Ratusan advokat dari lintas organisasi advokat meluapkan rasa bahagia dan memperlihatkan kebersamaan diantara sesama advokat. Pemandangan tersebut nampak sangat indah dan bahagia. (ft: asep ahmad)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More