Sejarah Singkat dan Tujuan Pembentukan DOB Garut Utara

Banyuresmi Wajah Kota, Malangbong Kota Metropolitan

265

LOGIKANEWS.COM – Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) merupakan lembaga yang terdiri dari para tokoh dan elemen masyarakat yang menggagas serta mendorong dan terus berjuang pembentukan Pemerintahan Kabupaten Garut Utara secara konstitusional. Langkah PM Gatra mendapat banyak apresiasi dari berbagai tokoh penting di Indonesia. Pasalnya, para tokoh yang berjuang untuk mendirikan Kabupaten Garut Utara tersebut melakukan semua tahapan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Upaya kami untuk mewujudkan pemekaran dari Kabupaten Garut, sesuai dengan aturan yang berlaku. Di berbagai provinsi di Negara Indonesia, pemekaran itu memberikan banyak dampak positif terhadap berbagai sektor pembangunan,” demikian disampaikan Ketua PM Gatra, H Rd Holil Aksan Umarzein kepada Majalah Logika, di Kantornya, Graha Panyileukan, Bandung akhir pekan lalu.

Ketua PM Gatra, H Rd Holil Aksan Umarzein

Dikatakannya, awal berdirinya PM Gatra bertujuan sebagai wadah aspirasi masyarakat Garut Utara terkait dengan aspirasi pemekaran Kabupaten Limbangan atau Garut Utara dengan ruh Limbangan Ngadaun Ngora.Saat itu ada gagasan yang luar biasa dari para kepala desa di Garut Utara, yang dimotori pak Cecep Kohar Almarhum, Uu Amrullah dan beberapa kepala desa di wilayah Garut Utara.

“Ada kesadaran bahwa Garut harus berubah dari bidang penataan dan pelayanan, yang awalnya dirasa ada ketimpangan dari berbagai sektor. Itu yang mendorong kepala desa untuk menggagas adanya pemekaran dan pemisahan wilayah Kabupaten Garut Utara dari Kabupaten Garut,” ujarnya.

Tokoh yang humoris, namun selalu menyelipkan pesan moral tersebut mengatakan, terjadinya deklarasi PM Gatra didukung kaum ulama, pesantren, wartawan, penggiat sosial, aktivis dan masyarakat. PM Gatra dideklarasikan akhir tahun 2011 di Komplek Pemakaman Cipancar Wijaya kusumah sebagai tonggak ketokohan leluhur limbangan sekaligus pucuk politik.

Sholawat dan Lagu Mars: PM Gatra meyakini pembentukan DOB Garut Utara akan sukses dan disetujui Pemerintah. Untuk itu, PM Gatra sudah mempersiapkan Nadhom Sholawat Gatra dan Mars Galura Gatra yang berisi pesan dan tujuan serta harapan dibentuknya Kabupaten Garut Utara. (Ft: Asep Ahmad)

“Prabu Wijaya Kusumah sebagai tokoh penyebar Islam di Priangan dan sebagai tokoh politik yang  berkuasa saat itu. Sejak masa keprabuan sampai masa kedaleman, keadipatian dan bahkan bupati. Di mana saat itu Limbangan sebagai pusat pemerintahan dan pada zaman Belanda, pusat pemerintahan dipindahkan ke Garut. Sehingga perlu diketahui oleh generasi bangsa bahwa pusat pemerintahan Garut itu awalnya di Limbangan,” terangnya.

Berdasarkan fakta sejarah ini menjadi pijakan sejarah para kepala desa dan penggagas pembentukan DOB Garut Utara. Upaya ini mendapat sambutan yang positif dari para tokoh agar bagaimana Limbangan mengembalikan kehormatan dan kejayaan di masa lalu dengan mengembalikan pusat kekuasaan pemerintahan Kabupaten.

“Deklarasi sangat meriah dan dihadiri sekitar 5.000 orang. Setelah deklarasi, karena memang penggagas ini tidak ada pejabat tinggi dan tidak ada yang paham bagaimana caranya memperjuangkan pemekaran, maka sempat terjadi kebingungan. Setelah itu, terjadilah dialog dan diskusi yang cukup panjang. Walaupun ketua dan susunan sudah ditentukan, namun kami belum begitu paham beroganisasi. Maka terjadilah satu kompromi diantara pemrakarsa DOB Kabupaten Garut Utara yakni dengan membentuk tim perumus,” urainya.

H Holil kembali menjelaskan, dari tim perumus itu munculah satu ide dan gagasan penting, yakni memutuskan didirikannya PM Gatra, Paguyuban Garut Utara yang berbadan hukum. PM Gatra menjadi wadah yang memiliki legal formal, karena pihaknya sudah memahami bahwa memperjuangkan pemekaran merupakan upaya secara konstitusional.

“Agar tidak disebut makar, maka PM Gatra membuat legal formal yang jelas, berbadan hukum. Karena kita mengacu kepada peraturan. Kalau hanya panitia dan tidak jelas perizinannya, kami takut dianggap makar dan menjadi organisasi yang tidak jelas. Dengan adanya PM Gatra semua mengikuti aturan (on the track),” paparnya.

Diakui H Holil, keinginan untuk memisahkan diri atau pemekaran dari Kabupaten Garut diawali dengan emosional dan kecemburuan karena merasa termarjinalkan. Namun, dengan adanya PM Gatra ini, semua pemikiran itu berubah. Adanya pemekaran ini semata-mata demi pertumbuhan ekonomi dan percepatan pelayanan publik, pemerataan pembangunan dan peningkatan taraf ekonomi atau  kesejahteraan masyarakat.

“Dengan adanya PM Gatra kita mengetahui alasan-alasan bahwa Garut Utara memiliki harta yang berlimpah. Dengan posisi dan letak geografis yang strategis, Garut Utara sebagai puser Jawa Barat bagian timur, berada diantara Kabupaten Sumedang, Bandung, Garut dan Tasikmalaya,” terangnya lagi.

Garut Utara sebagai Daerah Berpotensi Sangat Sejahtera

 

SITU BAGENDIT: Situ Bagendit terletak di Kecamatan Banyuresmi. Situ Bagendit akan menjadi wahana pariwisata berkelas internasional. (FT: Asep Ahmad)

Di Kabupaten Utara nanti ada beberapa kecamatan yang memiliki nilai jual yang sangat fantastis. Sebut saja Kecamatan  Limbangan, Banyuresmi, Cibiuk dan Malangbong sebagai daerah yang memiliki nilai jual dan kekayaan yang bisa dikembangkan apabila dikelola dengan baik. Garut Utara adalah daerah yang sangat berpotensi untuk maju dan sejahtera.

Ketua Umum PM Gatra, H Rd Holil Aksan mengatakan, dengan terbentuknya organisasi PM Gatra, semua pihak meyakini bahwa Garut Utara apabila ditinjau berdasarkan potensi yang ada, maka sangat layak menjadi Daerah Otonomi Baru, menjadi daerah yang mandiri.

“Seiring dengan waktu,  Tahun 2012 kami menyampaikan aspirasi ke DPRD Garut dan terus menggali potensi di Garut Utara. Kami meyakini  bahwa Garut memiliki potensi yang luar biasa, terutama Garut Utara. Garut Utara merupakan kawasan pariwisata yang berkelas nasional bahkan tingkat internasional, apabila dikelola dengan baik,” tegasnya.

Pria yang pernah mencalonkan diri sebagai kepala daerah di Kabupaten Garut ini mengatakan, karena potensi di Garut Utara ini setiap sudutnya merupakan obyek wisata. Semua daerah di Garut Utara memiliki nilai jual. Letaknya yang sangat strategis Garut Utara, 12 kecamatan memiliki nilai jual apabila dikaitkan dengan investasi.

“Garut Utara juga mampu menarik investor. Kenapa, karena posisinya sangat strtategis, aman dari bencana banjir. Sungainya masih normal, gunung-gunung masih kokoh, bebatuan masih stabil. Tidak ada daerah yang labil. Posisi nilai jual yang memiliki posisi tawar. Dan itu Garut Utara,” ungkapnya dengan nada berapi-api.

Rd Holil kemabli memaparkan, industri itu bukan hanya industri pabrik saja, tetapi ada industri pertanian, objek pariwisata, industri kecil dan menengah, perdagangan. Semua kegiatan usaha Insya Allah bisa aman di Garut Utara.

“Semua serba ada. Selain itu, akses ke berbagai arah seperti ke Jakarta, Surabaya, mau kemana saja aksesnya sangat mudah, karena semua akses jalan sudah ada. Jalan Kabupaten sudah ada, begitupun dengan jalan nasional semua sudah berjalan. Apalagi nanti ada akses untuk transportasi petikemas, sehingga semua pembangunann yang tidak tertampung di Bandung bisa bergeser ke Garut Utara,” terangnya.

Garut Utara Akan Memberikan Dampak Positif Untuk Daerah Lain

Malangbong Menjadi Daerah Metropolitan

MasID Al-ILYAS: Masjid Agung Malangbong berdiri kokoh dipertigaan jalan Bandung_tasik-Sumedang. (Ft: Asep Ahmad)

Garut Utara sebagai Investasi aman dan kawasan wisata merupakan poros daerah dan pusat kegiatan usaha dengan lintas dagang serta jasa yang berdampak positif terhadap kabupaten-kabupaten lain, sehingga pemerintah pusat bisa menganggap Garut Utara sebagai daerah yang sangat layak dikembangkan untuk memberikan dampak positif terhadap daerah lain.

Menurut H Rd Holil Aksan, Garut Utara memiliki sumber daya alam yang luar biasa, seperti panas bumi yang bisa mencukupi kebutuhan Jawa Bali. Apakah ini tidak hebat. Lalu di mana saja aset panas bumi,,? ucap Holil dengan nada bertanya.

Holil kembali menjelasakan, Panas Bumi di Garut Utara berada di Kecamatan Karang tengah, Pangatikan, dan Sukawening. Sementara di Banyuresmi terdapat pariwisata ikon Jawa Barat dan berkelas nasional. Maka Banyuresmi akan menjadi wajah Garut Utara.

“Dan diantara 12 kecamatan, satu kecamatan yang paling hebat adalah Kecamatan Malanbong. Malangbong ini akan menjadi perlintasan manusia dari seluruh Kabupaten di Jawa Barat. Kalau Malangbong dibiayai, maka Malangbong akan menjadi metropolitannya Garut Utara,” imbuhnya.

Rd Holil menyebutkan, Kabupaten Garut Utara ini akan terlihat hebat ketika memiliki makro desain penataan daerah dengan baik. Baik penataan kawasan investasi industri, maupun kawasan investasi pariwisata dan ekonomi serta perdagangan, apabila ditata dengan baik.

“Sehingga kecamatan-kecamatan yang menjadi bagian desain mikronya ke tingkat desa itu harus dilakukan dengan benar penataannya. Jadi, sayang sekali apabila Garut tidak dikelola dengan baik. Bagaimana Garut Utara ini bisa dikembangkan menjadi wilayah yang bernilai serta menjadi daerah terbaik dan terhebat di Provinsi Jawa Barat. Jawabannya adalah pemekaran dengan pembentukan DOB Kabupaten Garut Utara,” tukasnya.

Pria yang sukses meniti karir sebagai pengusaha jasa travel ini menggambarkan, salah satu wilayah dibelahan dunia menjadi makmur ketika tanahnya diduduki orang-orang soleh seperti Arab Saudi. Ketika Saudi Arabia diduduki orang-orang soleh dan solehah, maka daerah tersebut menjadi daerah yang sangat istimewa.

“Di Garut Utara sendiri menjadi pusat pendidikan dan agama. Ada berapa ribu para auliya, maha guru, ulama, orang-orang hebat dan pilihan, tokoh-tokoh besar seperti Prabu Tumenggung, Wijaya Kusuma, Dalem Cinunuk, Said Arif Muhammad, Syech Jafar Siddiq dan belum lagi pejuang dan pemuka agama di Cibiuk, Leuwi Goong serta orang-orang soleh yang tersebar di wilayah Garut Utara,” terangnya.

Secara religi dan sejarah,Rd Holil juga meyakini bahwa  Garut Utara merupakan pusat peradaban, pusat kekuasaan masa lalu yang memiliki kejayaan dan kebesaran dibidang  politik di tatar Sunda, Pajajaran. Dari sisi peradaban, Limbangan memiliki pradaban pada masa pra masehi.

“Ini semua merupakan asset yang sangat bernilai. Adanya PM Gatra dan perjuangan pembentukan DOB Kabupaten Garut Utara yang hingga kini terus menggema meruapakan perjuangan luhur, yang tentu tidak bisa dipisahkan dengan campur tangan sang maha kuasa, maha kuat yakni Tuhan semesta alam, Allah SWT,” terangnya.

Untuk pembaca website Logikanews.com dan Majalah Logika bisa menonton tayangan lebih detil tentang sejarah berdirinya PM Gatra serta awal dan tujuan dilakukannya pembentukan DOB Garut Utara di portal YouTube kami Majalah Logika Digital. (Asep Ahmad)   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More