Puluhan Atlet Datangi Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi

42

 

LOGIKANEWS.COM – Ketua IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) sekaligus Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Phinera Wijaya alias Kang Icak memboyong 20 atlet Pencak Silat di Jawa Barat ke salah satu pondok pesantren di Kota Sukabumi, Jumat (27/08/2021).

Rombongan IPSI langsung diterima oleh pimpinan Ponpes tersebut, KH. Muhammad Fajar Laksana. Lalu, apa tujuan kunjungan IPSI Jabar ini dan apa nama Ponpes yang didatangi pejabat kesohor tersebut..?

Wartawan: Katanya bapak dan rombongan atlet Pencak Silat mendatangi salah satu Ponpes di Kota Sukabumi.

H Phinera Wijaya:  Benar. Alhamdulillah saya dan 20 atlet Pencak Silat dari Jabar bisa datang dan bersilaturahmi dengan pimpinan Ponpes tersebut.

Wartawan: Banyak sekali pak, memang tujuannya apa mendatangi ponpes tersebut.

Phinera Wijaya: Kedatangan kami ke Ponpes yang dipimpin tiada lain dan tiada bukan adalah silaturahmi.

Wartawan: Apa nama ponpes dan siapa pimpinannya pak. Lalu bagaimana respon terhadap bapa dan rombongan..??

Phinera Wijaya: Nama Ponpesnya Dzikir Al Fath yang dipimpin oleh KH. Muhammad Fajar Laksana. Kehadiran kami tentu disambut baik dan penuh kehangatan oleh semua keluarga besar pondok.

Kunjungan ini terasa istimewa lantaran kami bisa menyempatkan datang sebelum para atlet Pencak Silat bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua nanti.

Karena kami mendapat penjelasan tentang pencak silat di ponpes tersebut. Kami cukup terpukau dengan pengembangan pencak silat di Ponpes Dzikir Al Fath Kota Sukabumi.

Wartawan: Menurut  bapak pribadi, bagaimana melihat aktifitas Ponpes Dzikir Al Fath Kota Sukabumi

Phinera Wijaya: Tentunya, kami sangat mengapresiasi yang setinggi-tingginya pada Pesantren Dzikir Al Fath yang sudah sangat luar biasa, karena pesantren ini mengajarkan pencak silat sebagai salah satu keunggulan kita.

Wartawan: Apakah di Ponpes ini ada perbedaan dengan Ponpes lainnya.

Phinera Wijaya: Di ponpes ini juga dikembangkan seni dan budaya Bola Leungeun Seneu dan Lisung Ngamuk. Kami dari IPSI Jawa Barat memberi apresiasi setinggi-tingginya yang mana di dalamnya ada pencak Silat Maung Bodas yang pendirinya juga kebetulan dari sini.

Kalau saya lihat, cuma satu-satunya, Boles kemudian Lisung. Saya kira ini yang harus dijaga, dipelihara dan memang dikembangkan terus.

Wartawan: Apa harapan bapak terhadap Ponpes Dzikir Al Fath.

Phinera Wijaya: Saya berharap para santri di Ponpes Dzikir Al Fath dapat mencapai prestasi pencak silat di kancah tertinggi. Mudah-mudahan para santri yang digodok di sini bisa menghasilkan yang setara dengan atlit atlit yang sudah ada di Jawa Barat.

Sementara itu Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath KH Muhammad Fajar Laksana menyambut baik kedatangan para Atlit pencak silat yang mewakili Jawa Barat di PON ke 20 di Papua mendatang.

Wartawan: Apa manfaat kunjungan IPSI ke Ponpes ini..??

KH Muhammad Fajar Laksana: Alhamdulillah kunjungan IPSI Jawa Barat memberi motivasi ke para santri untuk berlatih sungguh sungguh pencak silat sekaligus kita mendoakan para atlit semoga mendapatkan juara umum.

Wartawan: Bagaimana respon para pesilat yang ada di sini..??

KH Muhammad Fajar Laksana: Dengan kedatangan ketua IPSI dan atlit PON ini merupakan perhatian khusus buat kami dan ini berita gembira disambut dengan baik karena kedatangannya saja berdampak kepada meningkatnya semangat para santri untuk berlatih silat.

Pada kesempatan tersebut, IPSI Jawa Barat beserta para atlet juga mengakui keunggulan pencak silat di Ponpes Dzikir Al Fath dengan pengukuhan sebagai Pesantren Silat.

Selain itu juga diresmikannya ikon Kota Sukabumi yaitu kesenian Boles dan Ngagotong dalam bentuk Monumen Boles dan Ngagotong Lisung yang terletak di Museum Prabu Siliwangi.

“Makanya kami datang karena perguruan silat Maung Bodas sudah banyak melakukan kegiatan yang juga karya serta sudah memiliki prestasi sehingga oleh IPSI pun dilirik dan dilihat dan IPSI Jabar termasuk IPSI kota juga sangat mendukung untuk pengembangan silat yang ada di pesantren,” pungkasnya.

Atlet pencak silat perwakilan Jawa Barat ini menargetkan untuk mempertahankan juara umum di PON XX Papua pada Oktober 2021 mendatang setelah di pagelaran sebelumnya memboyong tujuh emas. (Asep Ahmad)

 

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More