Perjuangan Kader TB Binaan Aisyiyah Garut, Euis Rohayati Diundang Jokowi

29

LOGIKANEWS.COM – Penyakit TBC (Tubercolosis) adalah penyakit menular yang cukup berbahaya. Keberadaan penyakit yang menyerang lewat paru-paru ini bisa berakibat fatal bila tidak segera diobati.

Untuk itu, dunia medis dan pemerintah terus melakukan gerakan dalam rangka mencegah penyakit ini terus berkembang di masyarakat. Karena penyakit ini bisa menyerang kapan saja dan dimana saja, maka pemerintah pun menggandeng siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan.

Salah satunya lembaga Aisyiyah. Lembaga ini telah terbukti menjalankan perannya dengan baik, khususnya membantu pemerintah dalam mewujudkan eliminasi TB.

Diantara sekian banyak kader Aisyiyah di Indonesia, sejarah mencatat satu nama kader komunitas TBC Aisyiyah Kabupaten Garut bernama Euis Rohayati. Sejak tahun 2012 Euis Rohayati dilatih dan mendapat gemblengan dari Aisyiyah Kabupaten Garut untuk mencari atau menemukan masyarakat yang terpapar TBC.

Bukan hanya itu saja, sebagai seorang kader Euis Rohayati pun mendapat tugas untuk membantu pasien TBC sampai sembuh. Sehingga ia pun melakukan tugasnya dengan sangat serius.

Karena kepeduliannya terhadap masyarakat serta rasa tanggung jawabnya kepada tugasnya, Euis Rohayati melaksanakan perannya dengan mencari, mendata, mencatat setiap langkahnya.

Euis Rohayati mengingat kemana ia pergi, kemana ia datang, siapa yang dia temui. Bahkan, Euis Rohayati ini menuliskan setiap aktivitasnya melalui buku diari hariannya.

Sehingga ia pun tahu, kapan mulai mengajak masyarakat untuk berobat, bagaimana proses pengobatannya dan bagaimana lika liku setiap pasien TBC yang dia bantu. Lebih jauh dari itu semua, Euis Rohayati mengaku tahu kapan seorang pasien sembuh dan sampai meninggal.

“Sesuai dengan tugas dan apa yang saya terima dari Yayasan Aisyiyah Kabupaten Garut bahwa saya harus mencari dan membantu pasien sampai sembuh, maka saya laksanakan tugas itu dengan sepenuh hati saya. Saya pun diwajibkan untuk menulis setiap nama, peristiwa dan proses yang saya lalui. Saya tahu nama dan alamat serta awal mula pasien terpapar TBC,” ungkap Euis Rohayati saat ditemui Majalah Logika di Rumah Singgah Paru, Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Jumat (27/05/2022).

Euis Rohayati mengaku sangat berterima kasih kepada kembaga Aisyiyah Kabupaten Garut dan semua orang yang ada di lembaga itu, khususnya Ketua Aisyiyah Kabupaten Garut, Hj. Yati.

“Alhamdulillah saya diperkenalkan orang-orang baik seperti Ketua Aisyiyah Kabupaten Garut, ibu Hj. Yati. Beliau memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat. Dia yang mewanti-wanti saya sebagai kader untuk berjuang membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya Pasien TBC,” katanya.

Menurut Euis, banyak orang yang ternyata memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesamanya. Ia pun menyebut beberapa nama yang menurutnya wajib menjadi inspirasi.

“Ketua Yayasan Yahintara, ibu dokter Yanti pemilik klinik Yasifa Garut dan suaminya dan banyak lagi. Mereka adalah orang-orang yang selama ini mencurahkan waktu, materi dan keilmuannya untuk membantu sesama,” papar Euis.

KADER TERBAIK YANG DIUNDANG PRESIDEN JOKOWI

Euis Rohayati adalah Kader Desa Siaga dari Kabupaten Garut yang mendapat penghargaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun 2020 lalu. Ia mengaku sangat bahagia dan bangga sekaligus terharu.

Pengalaman Euis sebagai kader bisa membantu pasien TB sampai mendapat undangan dari Jokowi adalah peristiwa bersejarah yang tidak mungkin ia lupakan. Namun demikian, hal itulah yang memotivasinya untuk terus melayani masyarakat sepenuh hati.

“Insya Allah, selama saya mampu, saya akan terus menjadi kader untuk masyarakat yang membutuhkan, khususnya Pasien TB,” terangnya.

Euis pada kesempatan itu menyampaikan pesannya kepada semua masyarakat dan pasien TB, untuk selalu optimis dan terus menjaga pola hidup sehat. Dengan demikian, penyebaran TB tidak akan berkembang pesat dan bahkan bisa disembuhkan.

“Jaga terus pola hidup sehat bagi yang sehat. Dan untuk pasien TB, jangan patah semangat. Kalian bisa sembuh asal makan yang banyak, istirahat yang cukup dan disiplin minum obatnya sampai tuntas. Bagi masyarakat yang sudah memiliki gejala TB bisa datang ke rumah singgah paru di Garut. Insya Allah saya dan tim dokter akan membantu sepenuh hati,” katanya. (asep ahmad)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More