Perjalanan Om Bolan, Pengusaha Muda Multi Media yang Siap Bersaing di Kancah Nasional

207

LOGIKANEWS.COM – Di era industri 4.0 masyarakat di seluruh dunia diberikan berbagai pelayanan yang serba mudah serba cepat, hampir semua kebutuhan manusia disiapkan dalam berbagai aplikasi. Hal itu lahir dari sebuah tuntutan dari era modernisasi.

Mereka yang memahami perkembangan zaman dan memahami kebutuhan masyarakat yang ingin serba cepat langsung bergerak membuat inovasi.

Berbagai layanan yang kini digunakan manusia di era ini merupakan kreatifitas tanpa batas, dari sekumpulan orang yang inovatif dan kreatif.Alhasil, apapun kebutuhannya bisa dipantau dan diperoleh dengan mudah.

Dengan tekhnologi yang sangat canggih, kebutuhan manusia bisa dipesan hanya dengan duduk di atas kasur. Manusia di era ini telah dimanjakan oleh perkembangan industri yang serba mutakhir.

Lalu, bagaimana sikap kita melihat situasi dan kondisi ini. Apakah kita akan menjadi pengguna atau penikmat saja ? atau kita harus bergerak dan menjadi motivator serta ikut bertarung dalam bisnis yang sudah menggunakan digitalisasi.

Tentu saja, kita harus mulai mempelajari semua kebutuhan manusia di zaman ini. Kita harus ikut serta membuat terobosan yang bermanfaat bagi semua kalangan manusia. Karena, apabila kita terpaku sebagai pengguna saja, maka yakin suatu saat kita akan menjadi generasi yang monoton. Berjalan di tempat.

“Saat ini, semua negara mulai bergerak membuat terobosan dalam bidang pelayanan dan bisnis digital. Dan kita, sebagai warga Negara Indonesia tentu harus mengikuti, mempelajari hingga kita memahami dampak positif dan dampak negatif dari kondisi ini,” demikian dikatakan Komisaris PT MGS (Media Garutama Sentosa), Usep Deni saat berbincang di kantornya beberapa pekan lalu.

Sosok pengusaha muda asal Garut yang dikenal sebagai pengusaha multi media menjelaskan, setidaknya masyarakat Indonesia sebagian besar hanya menjadi konsumen dan pengguna aplikasi yang dibuat oleh mereka-meraka yang memiliki inovasi.

“Saat ini, warga negara di Indonesia sudah menjadi 271.349.889 jiwa, namun yang sudah melek tekhnologi baru sebagian kecil. Sehingga, masyarakat di Indonesia terus dijadikan ladang meraup pundi-pundi keuntungan oleh perusahaan yang sudah menguasai tekhnologi,” ujar ayah dari tiga anak ini.

Pria yang akrab disapa Om Bolan ini kembali mengungkapkan, sejatinya, masyarakat Indonesia khususnya warga di wilayah perkotaan sudah terhipnotis oleh dunia digital.

Aneka bisnis seperti jualan mobil, rumah, perangkat dapur, peralatan kantor, baju, sayur, makanan, baso, minuman, jualan hewan bahkan sampai silaturahmi pun sudah menggunakan aplikasi yang sudah disediakan oleh perusahaan ternama di dunia.

“Untuk melihat aneka produk sekaligus belanja sudah hadir aplikasi seperti Shopee, Lazada dan lainnya.
Untuk media silaturahmi ada aplikasi MiChat, Whats App, FaceBook, Instagram, Telegram dan lainnya. Semua aplikasi ini hadir tidak bersamaan, namun hadir beriringan dikala masyarakat sudah menjadikannya sebagai kebutuhan,” katanya.

Untuk itu, pendiri BolanFilms ini mengajak semua elemen masyarakat Garut dan unsur pemerintah setempat untuk bersama-sama belajar menyikapi fenomena kemutakhiran tekgnologi di era 4.0.

“Semua butuh proses, maka saya menyerukan kepada semua warga masyarakat dan Pemkab Garut untuk bersama-sama belajar. Kalau kita diam saja, maka selamanya kita akan terseret oleh zaman,” tegasnya.

Pengusaha dengan latar belakang wartawan elektronik ini sejak dulu sudah menyiapkan dirinya berhadapan dengan perkembangan tekhnologi. Dikala perusahaan media lain masih berjibaku dengan tulisan, sementara Om Bolan sudah melakukan berbagai langkah dengan menyampaikan informasi melalui media visual.

Sebagai jurnalis di media elektronik, sejak dulu Kang Bolan juga sudah menguasai proses editing. Sehingga, perusahaan yang ia dirikan sudah dipercaya perusahaan-perusahaan raksasa di Indonesia dan sejumlah instansi pemerintah di berbagai kabupaten/kota.

“Saat ini, informasi melalui visual sudah menjadi kebutuhan nomor satu didunia. Maka tak heran apabila YouTube kini menjadi perusahaan raksasa yang menguasai binis digital.

Dari beragam aplikasi yang hadir, YouTube hadir sebagai jawaban dari para kreator. Para kreator menyampaikan karyanya secara visual dan dilihat semua orang di penjuru dunia,” terangnya.

Entrepreneur muda yang cukup sukses ini terus berinovasi. Karena kemampuannya, dia bukan hanya dipercaya menyampaikan informasi, tetapi ia pun dipercaya masyarakat untuk membuat dokumentasi profil perusahaan besar salah satu BUMN, program pembangunan kegiatan pemerintah, bahkan dipercaya membuat dokumentasi pernikahan, khitanan dan acara-acara seremonial lainnya.

“Alhamdulillah, saya sudah dipercaya sejumlah instansi dan pejabat tinggi di Pemkab Garut serta instansi pemerintah di luar Garut untuk menyampaikan beragam program melalui visual.

Bukan hanya Pemerintah setempat, selama bertahun-tahun perusahaan kita juga dipercaya salah satu perusahaan BUMN raksasa di Indonesia,” ungkapnya dengan nada santai.

Karena kemahirannya di dunia fotografi dan videografi, ia pun sukses menjalankan bisnis studio foto. Setiap hari, studio yang ia kelola didatangi masyarakat. Unsur kepolisian, pelajar, pemerintah, pegawai swasta serta perusahaan BUMN pun menggunakan jasa yang ia siapkan.

Apapun bisnis yang ia garap, selalu mengedepankan kepuasan konsumennya. Sehingga dia bersama perusahaan yang ia nahkodai terus membuat inovasi sesuai harapan masyarakat. Sebagai pebisnis handal, ia pun sudah mulai mengepakan sayap di berbagai kegiatan bisnis yang berkembang di Indonesia.

“Begini kang, saat ini kebutuhan masyarakat dari mulai sandang, pangan dan papan sudah harus kita pikirkan. Kita harus bergerak dalam rangka memanfaatkan potensi yang tuhan berikan kepada kita. Begitupun dengan hal-hal yang saya lakukan, semua demi memuaskan masyarakat,” papar pria bertubuh sedang ini.

Perusahaan Multi Media Ternama di Indonesia

Sebagai pengusaha lokal, nampaknya Om Bolan sudah memiliki rasa percaya diri cukup tinggi untuk bersaing dengan perusahaan ternama di Indonesia. Pasalnya, selain kemampuannya yang mumpuni di dunia fotografi, videografi dan editing serta pembuatan film ia juga memiliki relasi yang cukup luas.

Sebagai manusia kreatif, Om Bolan mempercayai modal yang ia miliki. Modal tersebut terus ia kelola sehingga bisa membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Garut. Lalu, berapa modal yang ia kelola semenjak bergelut di perusahaan dunia multi media.

“Sebenarnya modal utama setiap manusia adalah kemauan. Tuhan menciptakan semua orang dengan kemampuan terbatas, tetapi apabila kita asah secara terus menerus maka keterbatasan tersebut bisa menjadi keistimewaan,” ujar Om Bolan tanpa menyebutkan nominal.

Bolan menilai, perusahaan multi media raksasa di Indonesia yang kini sudah berdiri kokoh sekalipun pasti berjalan dengan proses. Tidak ada satu perusahaan pun yang tiba-tiba berdiri kokoh.

“Untuk itu, saya yakin bisa bersaing dengan perusahaan mana saja. Kenapa saya optimis, karena saya memiliki modal yang cukup besar. Siapapun memiliki modal yang sangat besar sejak lahir,” katanya sedikit memotivasi.
(BERSAMBUNG)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More