Penyaluran BLT Subsidi BBM, DPR RI: Awasi Ketat, Jangan Sampai Ada yang “Disunat”

501

LOGIKANEWS.COM – Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni meminta penyaluran BLT diawasi dengan ketat agar tidak ada yang dipotong atau “disunat.”

“Sehingga yang menerima bukanlah yang berhak dan menjadi tidak tepat sasaran. Termasuk dengan data ganda. Jangan ada petugas yang coba-coba bermain di sini,” tegasnya.

Terkait BLT yang diberikan kepada masyarakat penerima manfaat, Lisda mengaku cukup senang mendengar kabar tersebut. BLT tersebut dapat menjaga daya beli masyarakat, mengantisipasi dampak dari kenaikan harga BBM.

“Dengan adanya BLT, tentunya untuk meningkatkan daya beli masyarakat sebagai dampak dari kenaikan harga BBM. Kita mendukung program ini, karena memang berpihak pada rakyat kecil, dibandingkan dengan subsidi BBM yang fakta di lapangan lebih banyak dinikmati masyarakat yang sudah berkecukupan,” ungkapnya.

Ia juga berharap, pemerintah konsisten dalam menjalankan program tersebut, termasuk dengan total anggaran bantuan sosial yang disiapkan sebesar Rp24,17 triliun.

“Semoga BLT BBM tersebut benar-benar akan diberikan kepada sebanyak 20,65 juta KPM atau masyarakat miskin, senilai Rp600 ribu. Termasuk konsisten dengan anggaran yang disiapkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui BLT adalah salah satu dari tiga jenis bantuan sosial yang disiapkan pemerintah sebagai pengalihan subsidi BBM. Dua jenis bansos lainnya adalah bansos untuk karyawan dengan upah maksimal Rp3,5 juta yang diberikan kepada 16 juta orang dengan total nilai Rp9,6 triliun dan bansos untuk pemerintah daerah sebesar Rp2,17 triliun. Nilai seluruh bansos tersebut sebesar Rp24,17 triliun.

Pemerintah mulai mencairkan BLT sebesar Rp600 ribu kepada masyarakat kelompok penerima manfaat (KPM) mulai Kamis, (1/9). Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, jumlah anggaran yang disiapkan untuk BLT sebesar Rp12,4 triliun. (*)

Sumber: IDX

TONTON JUGA VIDEO YOUTUBE KAMI

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More