Pengacara Tersangka Revitalisasi Pasar Leles Yakin Bakal Ada Tersangka Baru

629

LOGIKANEWS.COM – Belum lama ini, masyarakat Garut dihebohkan oleh penetapan tiga tersangka yang diduga melakukan tindak pidana korupsi (tipikor) terhadap pembangunan revitalisasi Pasar Rakyat Leles dan Pembangunan Pasar Darurat di Kecamatan Leles, pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM Kabupaten Garut (Disperindag) Kabupaten Garut Tahun 2018 oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Jabar.

Ketiga tersanga tersebut diantaranya ARA, PF dan RNN. Bukan hanya ditetapkan sebagai tersangka saja, namun ketiganya pun langsung dijebloskan ke tahanan sebagai titipan oleh lembaga penegak hukum, Kejati Jabar. Pihak Kejati Jabar pun telah membeberkan modus dan peranan masing-masing para tersangka.

Kini, proses hukum terkait revitalisasi Pasar Rakyat Leles dan Pembangunan Pasar Darurat di Kecamatan Leles menemui babak baru. Pasalnya, kuasa hukum dari PF dan RNN, Paramaarta Ziliwu, S.H dan Rekan menyebutkan, masih ada pihak-pihak yang harus diproses oleh Kejati Jabar. Bahkan pihaknya meyakini bisa saja ada tersangka baru, selain ketiga tersangka yang sudah ditahan.

Salah satu tersangka dugaan korupsi Revitalisasi Pasar Rakyat Leles dan Pembangunan Pasar Darurat di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut (RNN) saat digelandang petugas Kejati Jabardaru ruang penyidikan ke mobil tahanan menutupi wajah dan menangis histeris.
Kuasa Hukum RNN, Paramaarta Ziliwu, SH meyakini kliennya tidak bersalah.
Selain itu, RNN telah menambah keterangan kepada penyidik perihal siapa yang membuat dokumen penawaran dan adanya aliran dana sekitar 10.000 USD. (Ft: dok)

“Saya ditunjuk sebagai kuasa hukum dari salah satu ASN di Pemkab Garut dengan status PPK berinisial R (PF,red), sekaligus kuasa hukum dari salah seorang pengusaha berinisial R juga. Perlu saya sampaikan, proses hukum revitalisasi Pasar Rakyat Leles dan pembangunan Pasar Darurat ada keterangan tambahan dari klien kami dan sudah disampaikan kepada penyidik, dalam hal ini Kejati Jabar,” ujar lawyer yang akrab disapa Bang Rama ini, saat menggelar Jumpa Pers di Kantor Paramaarta Ziliwu, S.H dan Rekan, di Jl Pramuka, Komplek IBC, Kabupaten Garut, Rabu (21/04/2021).

Menurutnya, salah satu kliennya dari kalangan non ASN berinisial R telah menyampaikan tambahan keterangan kepada penyidik bahwa kliennya membantah apa yang telah disangkakan oleh penyidik terhadap dirinya. Selain itu, muncul keterangan adanya aliran dana sebanyak 10.000 USD atau setara Rp 1.2 miliar.

“Kami baru tahu soal fakta yang disampaikan klien kami ini dalam keterangan tambahan, sebelumnya kami tidak tahu. Klien kami bernama R yang non ASN mengaku tidak membuat dokumen penawaran dan sama sekali tidak menerima aliran dana senilai 10.000 dollar AS. Walaupun ini harus dibuktikan nanti di pengadilan,” ujar advokat yang akrab disama Bang Rama disertai rekannya.

Ketika ditanya, apakah kedua kliennya merupakan pihak-pihak yang dizolimi, Rama membantahnya. Namun Rama lebih meyakini bahwa kedua kliennya merupakan pihak yang dikorbankan oleh pihak-pihak yang patut diungkap. “Kalau pihak keluarga ada yang mengatakan klien kami dizolimi itu bisa saja. Namun pendapat saya, ini bukan dizolimi tetapi dikorbankan,” katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Revitalisasi Pasar Rakyat Leles dan Pembangunan Pasar Darurat di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, P.F saat digelandang petugas Kejati Jabar ke mobil tahanan. (Ft: Dok)

Dikatakannya, dalam dokumen yang mereka dapatkan, pada Revitalisasi Pasar Rakyat Leles dan Pembangunan Pasar Darurat ada dua PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Satu PPK ditetapkan menjadi tersangka dan satunya lagi PPK struktural di Disperindag. “Setelah melihat dokumen ini saya merasa heran. Kok ada dua PPK, yang bener yang mana. Dokumen ini dari Disperindag,” tandas Rama.

Namun, ketika media ini meminta lampiran dokumen yang dimaksud, pengacara ini tidak memberikannya. Dengan alasan, proses hukum kasus yang menjerat kedua kliennya sudah masuk ke ranah penyidikan, maka dokumen belum bisa diserahkan kepada media. “PPK nya ada dua. Lucu ini,” papar Rama.

Ketika media menanyakan siapa PPK yang ada di Disperindag, Rama tetap keukeuh mengaku belum bisa menyebutkan namanya. “Kami sedang kaji secara mendetail tentang data yang kita miliki. Jujur saja kami kesulitan mencari data, kendalanya datanya berceceran. Ketika data kami minta ke PPK, dia menyampaikan dia bukan PPK pada satuan Dinas Perindag Garut, tetapi di PUPR,” katanya.

Rama menegaskan, menjadi satu pertanyaan besar tentang siapa PPK di Disperindag dan kenapa hanya tiga orang yang menjadi tersangka. “Kalau saya lihat ada dugaan keterlibatan pihak lain. Masih banyak pihak yang harus diproses sesuai hukum, baik dari ASN maupun dari kalangan pengusaha,” jelasnya.

Permintaan Kuasa Hukum PF dan RNN Kepada APH

Sebagai kuasa hukum dari R dan R, Rama meminta pihak penyidik untuk membuka tabir kasus revitalisasi Pasar Rakyat Leles dan Pembangunan Pasar Darurat di Kecamatan Leles. “Tolong, persoalan ini harus dibuka dengan jelas. Dalam perkara penanganan proses hukum ini saya meminta kepada pihak penyidik agar bisa membuka aktor-aktor lainnya yang terlibat dalam Revitalisasi Pasar Rakyat Leles tahap ke satu tahun 2018,” ucapnya.

Rama menegaskan, proses hukum secara terang benerang merupakan hal yang sangat penting bagi tegaknya keadilan. Sampai saat ini kliennya selalu mengatakan dirinya tidak terima dituduhkan dengan apa yang tidak ia perbuat. Walaupun  jelas nanti harus dibuktikan di persidangan.

“Tetapi juga ada dasar klien kami mengatakannya, karena klien kami sudah mengungkapkan fakta yang dia ketahui dan disertai dengan bukti. Jadi supaya rasa keadilan itu betul-betul ada, maka penegak hukum sebagai panglima hukum, kalau mau hukum ditegakan ya harus ditegakan setegak-tegaknya. Jangan setengah-setengah, istilahnya tajam kebawah tumpul keatas. Kalau ada pihak lain yang terlibat sekalian buka,” terangnya.

Rama kembali menegaskan, ASN sebagai PPK di Disperindag belum bisa diungkap, namun dugaan ada banyak pihak yang harus ikut bertanggung jawab. “Sebenarnya kalau saya melihat banyak administrasi negatif, saya pastikan dalam perkara Revitalisasi Pasar Leles akan banyak debatebel (dapat diperdebatkan/dapat dibantah,red),” ungkapnya.

Melihat fakta dan data yang mereka miliki, pengacara muda ini mengaku optimis bahwa kedua kliennya bisa bebas murni seratus persen. Karena sekarang masih proses awal, jadi semua dibuktikan di persidangan.

“Jadi kita lihat saja nanti putusannya seperti apa. Karena itulah fakta hukum yang sebenarnya. Kita ikuti saja dulu proses hukumnya. Target saya semua klien saya bisa bebas dan saya sangat optimis, R dan R bisa lolos dari kasus ini. ” tegasnya. (Asep Ahmad)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More