advertising
LOGIKANEWS.COM – Masa pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap semua aspek, termasuk pada olahraga prestasi event tingkat internasional, nasional hingga daerah yang mengakibatkan semua tertunda.
Tetapi bukan berarti proses pembinan terhenti, karena tetap bisa dilakukan proses latihan mandiri dengan program latihan yang telah dibuat oleh tim pelatih.
Kepala Binpres, KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kabupaten Garut, Ferry Slamet mengatakan, menyimak apa yang akan dilakukan Kabupaten Garut, tentunya perlu ada perencanaan yang baik sehingga target prestasi yang diharapkan bisa tercapai.
“Hal yang perlu diperhatikan terkait Pra-Porda 2021 dan rencana Porkab di tahun yang sama tentunya akan berpengaruh terhadap persiapan atlet dari setiap cabang olahraga,” ujarnya.
Apalagi, sambung Ferry, jika nantinya mengandalkan atlet juara Porkab yang menjadi acuan bakal calon atlet Porda. Jika skenarionya seperti itu, perkiraan gambaran prestasi Porda nanti tidak kan jauh dari Porda tahun-tahun sebelumnya yang dinilai masih minim.
“Dikarenakan waktu persiapan menuju Pra-Porda terlalu singkat, tak cukup untuk mensejajarkan kemampuan atlet Kabupaten Garut untuk menjadi atlet terbaik di tingkat Jawa Barat,” katanya.
“Apa lagi pada nomor cabang olahraga yang terukur yang sudah ada ranking yang sangat akurat, jika juara tingkat porkab jauh dari standar nilai terbaik tingkat Jawa Barat tentunya akan jauh dari target prestasi yang di harapkan,” tambahnya.
Menurut Ferry, cabang olahraga anggota KONI Kabupaten Garut harus betul-betul memanfaatkan fasilitas sarana parasarana yang sudah diberikan baru-baru ini oleh KONI Kabupaten Garut.
“Ini merupakan modal awal yang sangat baik bagi cabang olaharaga untuk melakukan pembinaan prestasi dengan baik menuju Porda 2022. Baiknya tiap cabor dari sekarang mulai melakukan pembentukan tim pelatih dan seleksi pemain semua atlet potensial di Kabupaten Garut dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan,” tandasnya.
Ferry menegaskan, atlet yang dipersiapkan dengan baik melalui program jangka panjang tentunya akan berbanding lurus dengan hasil prestasinya.
“Harapannya, jika setiap cabor telah mempersiapkan dengan matang melalui program jangka panjang, kapanpun Pra-Porda akan diselenggarakan di 2021 dengan bulan pelaksananya tidak akan jauh dari perencanaan fix performance atlet yang telah disiapkan,” ucapnya.
Ferry menambahkan, hal ini tentunya akan memudahkan KONI memiliki tolok ukur setiap cabang olahraga hingga target prestasi yang akan dicapai.
“Jika tetap akan melaksanakan Porkab di tahun 2021, pelaksanaannya minimal 6 bulan sebelum Pra-Porda diagendakan, sehingga program latihan yang akan disiapkan tiap cabang olahraga akan mendapatkan hasil yang terbaik,” pungkasnya. (Asep Ahmad)