Pelaku Tabrak Lari Sejoli Remaja di Nagreg Berhasil Diringkus Polisi

86

LOGIKANEWS.COM – Pelaku tabrak lari pasangan sejoli Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) di Nagrek pada Rabu (8/12) lalu, akhirnya berhasil diringkus dan saat ini tengsh menjalani pemeriksaan di Mapolresta Bandung.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan mengaku bahwa pihaknya telah menangkap pelaku tabrak lari tersebut. Namun, untuk kepentingan penyelidikan identitas pelaku belum dapat disebutkan.

Para pelaku saat evakuasi korban (foto: medsos)

Kapolres menyampaikan, hingga saat ini tim penyedik masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

“Saatnya nanti pasti akan diumumkan atau diekpose ke media,” katanya, Kamis (23/12/2021) kemarin dikutif dari sindonews.com

Diketahui jenazah dua sejoli tersebut ditemukan secara terpisah di aliran Sungai Serayu. Hendi dibuang penabrak ke Sungai Serayu, Banyumas. Sedangkan Salsabila dibuang oleh penabrak di daerah Cilacap. Kedua jenazah pasangan sejoli ini ditemukan pada Sabtu (11/12/2021).

Sebelumnya, Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap penyebab kematian sejoli Handi Saputra Hidayatullah (18) dan Salsabila (14), korban kecelakaan tabrak lari di Nagreg yang mayatnya ditemukan di Banyumas dan Cilacap.

Kabid Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng Kombes Polisi Sumy Hastry mengatakan korban Handi yang mayatnya ditemukan di Banyumas diduga meninggal akibat tenggelam karena di dalam paru-parunya kemasukan air terlalu banyak.

Sedangkan untuk korban Salsa yang mayatnya ditemukan di Cilacap, terdapat luka parah di bagian kepala dengan patah tulang di tengkorak yang diduga kuat menjadi luka mematikan.

“Kalau yang perempuan ini, terdapat luka parah di bagian kepala dari belakang sampai depan, pendarahan hebat dan patah tulang tengkorak, sehingga diduga sudah meninggal di lokasi kejadian,” ungkap Hastry kepada CNNIndonesia.com.

“Tapi kalau yang pria, kita temukan air sungai di saluran nafas sampai paru-paru sehingga pria ini meninggal karena tenggelam, dan saat dibuang ke sungai masih dalam keadaan hidup atau tidak sadar. Kalau luka kepala pria ini ada tapi tidak mematikan,” lanjut Hastry.

Sebelum melakukan pemeriksaan luka dengan otopsi, Polda Jateng sudah melakukan identifikasi dengan mencocokkan data primer dan sekunder pada kedua jasad korban.

“Dari data primer itu kan gigi, sidik jari dan DNA. Nah yang kita pakai gigi dan DNA karena kalau sidik jari sudah rusak. Dari data yang diberikan keluarga, akhirnya dapat identifikasinya, dari gigi, korban sempat foto terakhir berikut baju dan gelang yang dipakai. Kita cocokkan akhirnya sesuai,” kata Hastry yang juga Tim DVI Mabes Polri.

Direktur Reserse Krimininal Umum Polda Jateng Kombes Polisi Djuhandani Raharjo Puro menyatakan bila hasil pemeriksaan forensik akan dikoordinasikan dengan pihak penyidik Polda Jawa Barat untuk dilakukan pendalaman penyelidikan.

“Hasilnya itu nanti kita koordinasikan dengan Polda Jawa Barat untuk didalami bersama. Jadi ini nanti akan terbangun untuk mencari TKP pembunuhan korban apakah di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah, sampai muncul identitas pelakunya. Kita doakan saja ini cepat terungkap”, jelas Djuhandani.

Handi dan Salsa adalah pasangan sejoli yang mengalami kecelakaan di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (8/12) lalu.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat tiga pria penumpang mobil yang menabrak sepeda motor korban mendatangi kedua korban dan membawanya masuk untuk dibawa ke Rumah Sakit.

Setelah kejadian itu, korban dilaporkan hilang oleh keluarganya dan saat ditelusuri korban tidak pernah dibawa ke Rumah Sakit manapun. Hingga selang tiga hari kemudian, Handi dan Salsa ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Serayu di Banyumas dan Cilacap. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More