Oknum Pejabat Garut Kembali Ditahan Kejaksaan

2.712

 

LOGIKANEWS.COM – Semenjak kisruh pembangunan sejumlah Pasar di Kabupaten Garut terus menyeruak ke masyarakat, beredar kabar hari ini pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Barat akan melakukan penahanan terhadap salah satu oknum pejabat berinisial P.F selaku PPK (pejabat pembuat komitmen) di salah satu instansi Kabupaten Garut yang kini bertugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kabupaten Garut.

“Info A 1 katanya hari ii Kejati Jabar akan menahan salah satu tersangka pada pembangunan Pasar Leles Kabupaten Garut,” ujar sumber kepada media ini, Kamis (25/03/2021).

Oknum pejabat R sendiri ditetapkan sebagai tersangka bersama oknum diluar pejabat pemerintah yang ditenggarai sebagai pengusaha.

Sementara itu, salah satu sumber lainnya ikut mengiyakan isu penahanan oknum ASN inisial R. “Katanya bener kang, tunggu saja informasi selanjutnya,” paparnya.

Penahanan oknum pejabat dibawah kepemimpinan Rudy Gunawan dan Helmi Budiman menambah daftar kebobrokan kinerja Pemkab Garut dalam melaksanakan program pembangunan di Kota Intan.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Kabupaten Garut telah menahan mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Garut, Drs Kuswendi, M.Si karena terbukti telah melanggar Undang-Undang PPLH atas pembangunan Bumi Perkemahan (buper) di wilayah zona merah Gunung Guntur.

Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia memerintahkan Kejari Garut menahan Kuswendi sesuai dengan vonis Pengadilan Negeri Kabupaten Garut. Kuswendi ditahan selama 1 tahun denda Rp 1 Miliar dan subsider kurungan selama satu bulan.

Sementara itu, dalam siaran pers yang dikeluarkan Kejati Jabar, hari ini menyebutkan sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Nomor : Print-134/M.2.1/Fd.1/02/2021 tanggal 09 Februari 2021 atas nama Tersangka A.R.A,  Nomor : Print-133/M.2.1/Fd.1/02/2021 tanggal 09 Februari 2021 atas nama Tersangka P.F  dan Nomor : Print-135/M.2.1/Fd.1/02/2021 tanggal 09 Februari 2021 atas nama Tersangka R.N.N penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi pada Kegiatan Revitalisasi Pasar Rakyat Leles dan Pembuatan Pasar darurat di Kecamatan Leles Kabupaten Garut tahun anggaran 2018 pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kabupaten Garut.

Bahwa Tersangka P.F selaku PPK membiarkan  Tersangka A.R.A dalam melaksanakan pekerjaan menggunakan orang-orang yang tidak memiliki keahlian konstruksi dan tidak tercantum sebagai  tim personil inti dalam kontrak.

Dalam proses pembayaran, tersangka P.F selaku PPK bekerja sama dengan Tersangka A.R.A, sehingga Tersangka P.F selaku PPK melakukan sejumlah pembayaran pekerjaan yang tidak semestinya dibayarkan karena bukan merupakan prestasi pekerjaan yang dapat dibayarkan sebesar kurang lebih Rp 1.9 Milyar.

Telah ada pengembalian sebesar Rp. 171.905,33  terkait audit BPK , sehingga menurut perhitungan BPKP Perwakilan Propinsi Jawa Barat  dalam pekerjaan ini terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp1.333.930.571,80.

Bahwa kerugian keuangan negara sebesar Rp1.333.930.571,80 dinikmati antara lain oleh Tersangka A.R.A dan Tersangka N.N

(Asep Ahmad)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More