Menyayat Hati, Perjuangan Seorang Ibu yang Berjuang Untuk Mengobati Putranya Dari Serangan TBC

31

LOGIKANEWS.COM – Penyakit TBC (tubercolosis) atau lebih akrab disebut dengan nama penyakit paru-paru menjadi salah satu jenis penyakit yang wajib diwaspadai. Pasalnya, apabila bakteri atau kuman Microbacterium Tuberkolosis ini mampu menghancurkan ketahanan tubuh manusia.

TBC adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri, pada umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.

Menurut WHO, sebanyak 1,5 juta orang meninggal akibat penyakit TBC di tahun 2020. Penyakit ini merupakan penyakit dengan urutan ke -13 yang paling banyak menyebabkan kematian, dan menjadi penyakit menular nomor dua yang paling mematikan setelah Covid-19.

Salah satu pasien TBC adalah Aldo Zulfan Alamsyah (20 Tahun). Warga Kampung Dayeuhandap RT 01 RW 03, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota Jawa Barat. Aldo kini hanya terbaring dan pasrah atas penyakit yang dideritanya.

Kondisi tubuhnya sangat kurus. Tulang dibagian badannya nampak terlihat jelas, daging dan otot seakan sudah tak mampu untuk berkembang di tubuh Aldo. Namun demikian Aldo nampak sabar menahan cobaan yang dideritanya.

Melihat kondisi seorang anak tercinta seperti ini, mungkin tidak ada seorang ibu pun yang akan mampu menahan kesedihannya. Begitupun dengan Tatin (44), ibunda Aldo yang telah merawat dan berjuang sejak Aldo berumur Delapan bulan.

Dengan penuh kasih sayang, ia curahkan rasa cinta untuk putranya. Ia merawat Aldi hingga tumbuh menjadi seorang remaja berparas rupawan. Namun kini, melihat kondisi anaknya membuat ia tak mampu berkata-kata. Ia hanya terus berharap bisa kembali melihat senyuman anak yang sangat dicintainya.

Bagi Tatin, kondisi anak yang ia cintai saat ini sangatlah memprihatinkan dan membuat hatinya tercabik-cabik. Melihat buah hatinya hanya bisa terbaring menahan sakit membuat darahnya terbakar.

Walau keinginan untuk membantu anaknya terkendala dengan kondisinya yang pas-pasan, karena tanpa seorang suami di sisinya, namun tatin mengaku tak akan berdiam diri.

Tatin mengaku ditinggalkan suaminya sejak puluhan tahun lalu. Dengan wajah yang tetap tegar, Tatin menceritakan awal mula penyakit yang diderita putranya itu. Aldo mengindap penyakit TBC Kelenjar Getah Bening yang hinggap ditubuhnya hampir 6 bulan Lamanya.

“Sekitar awal tahun 2022 Aldo mengaku mendapati benjolan kecil di bagian perut samping kanan. Kemudian benjolan (seperti bisul-red) tersebut pecah kemudian berlubang,” papar Titin.

Melihat kondisi buah hatinya itu, Titin pun lekas membawa anaknya ke RSUD dr.Slamet Garut dan menjalani operasi dengan menggunakan BPJS kesehatan. Saat ini lubang ayang ada di perut Aldo semakin membesar, mulai dari bagian samping kanan hampir tembus hingga perut bagian samping kiri.

Tak hanya itu tulang punggung Aldo pun mengalami patah akibat digerogoti penyakit yang dideritanya itu. Maka tak heran apabila tubuh Aldo semakin hari semakin kecil dan mongering.

Sebagai seorang ibu, tidak ada kata menyerah. Bagi Tatin, kesehatan anaknya adalah yang utama. Dia terus berjuang, berupaya dan berdoa agar dalam masa-masa sulit seperti saat ini bisa dilaluinya.

Dengan kondisi saat ini, Tatin pun berharap mendapatkan uluran tangan dari dermawan, untuk sekedar menyambung keberlangsungan hidupnya dan berjuang untuk terus menerus mencari cara agar bisa mengobati putra tercintanya.

Hal itu ia sampaikan, karena faktanya kondisi dia dan keluarganya penuh dengan keterbatasan. Walaupun ia sempat pasarah dengan penyakit yang diderita putranya, namun ia percaya bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya.

“Jujur saja kang saya pasrah dengan penyakit yang saat ini derita anak saya, namun saya juga terus berupaya bahkan sangat berharap sekali ada hamba Allah SWT, yang masih peduli untuk membantu kesembuhan anak saya,” ucap ibu Aldo sembari terus-menerus meneteskan air mata.

Sebagai seorang perempuan, Tatin memang hebat. Sebagai seorang ibu ia terus memanfaatkan segala tenaga dan pikirannya untuk kesembuhan Aldo, karena ia meyakini bahwa Allah SWT, Tuhan yang maha esa terletak paling atas dari segala-galanya.

“Jika Allah mengijinkan penyakit ini ada ditubuh aldo, maka Allah juga yang punya kuasa untuk menyembuhkannya. Saya sebagai manusia biasa hanya diwajibkan untuk berjuang.

Terharu Mendengar Kisah Bu Tatin Dari Berbagai Media

Salah seorang tokoh muda di Kabupaten Garut, Indra Kristian mengaku sangat bangga mendengar perjuangan Tatin, ibunda Aldo.

Indra Kristian yang kini aktif sebagai Komandan Inti Mahatidana Pemuda Pancasila mengaku ikut teriris hatinya apabila melihat pemuda yang terbaring karena sakit.

Dia pun mengaku terharu setelah melihat berbagai berita di media massa tentang perjuangan Tatin.

“Usia Aldo yang baru 20 tahun adalah waktunya untuk mengejar mimpi. Kini kondisi Aldo sedang terbaring. Melihat ketegaran ibunya saya yakin dan ikut berdoa untuk kesembuhan Aldo. Semoga Allah SWT segera menjawab doa-doa ibu Tatin dan memberikan Aldo kesehatan serta kekuatan,” pungkasnya. (asep ahmad)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More