Menteri Dicecar Legislator, Kadisdik Garut Dipuji Bupati

241

 

LOGIKANEWS.COM –  Inovasi merupakan langkah yang wajib dimiliki setiap orang, khususnya aparatur pemerintah atau pejabat negara. Pasalnya, aparatur negara merupakan publik figur yang dituntut untuk bisa memberikan contoh yang baik untuk semua kalangan masyarakat.

Pejabat negara memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang berat kepada negara dan rakyat. Apa nasib sebuah negara apabila aparaturnya berkinerja buruk dan hidup tanpa inovasi.

Kepercayaan pemerintah dan masyarakat kepada aparat negara harus dijawab dengan langkah-langkah kongkrit, sehingga bisa memberikan solusi dan menjawab setiap persoalan yang dihadapi rakyat.

Di Indonesia, persoalan yang dihadapi negara tidaklah kecil. Banyak persoalan besar yang harus dihadapi dan dijawab dengan sebuah terobosan atau fornula yang baik. Salah satunya persoalan pendidikan.

Dunia pendidikan di Indonesia sampai saat ini dianggap masih menyisakan banyak persoalan yang belum bisa dijawab oleh Pemerintah.

Mulai anggaran yang dianggap kurang cukup, Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana belum memadai, kualitas pengajar dan pelayanan yang berkaitan dengan dunia pendidikan di Indonesia dianggap banyak pihak masih banyak yang perlu diperbaiki. Pun demikian dengan kesejahteraan para pengajar yang belum terjawab pihak Pemerintah.

Bahkan baru-baru ini, salah satu Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Anita JG menyampaikan kritikannya kepada Mendikbudristek (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi) RI, Nadiem Makarim di Gedung DPR RI.

Politikus tersebut mencecar berbagai pertanyaan kepada Menteri dengan nada berapi-api. Pernyataan dan kritikan keras di Gedung Putih dianggap mewakili masyarakat di seluruh Indonesia.

Pemerintah melalui Mendikbudristek RI diminta untuk menyelesaikan beragam persoalan seperti SDM di Kementerian, gaji P3K (Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja) yang belum dibayar serta mendengar penderitaan guru.

 

Inovasi Kadisdik Garut

Dimata Bupati Rudy Gunawan

 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Ade Manadin S.Pd,. M.Pd dinyatakan sebagai lulusan terbaik peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklat PIM) II yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.

Prestasi yang berhasil diraih orang nomor satu di Disdik Garut itupun mendapat apresiasi langsung dari Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, SH,.MH. Menurut Rudy, Diklat yang diikuti Ade Manadin merupakan Diklat yang wajib diikuti sebagai kompetensi JPT.

“Kita berikan apresiasi kepada Kadisdik Kabupaten Garut yang lolos sebagai lulusan terbaik pada Diklat PIM II di Jakarta kemarin. Diklat PIM ini merupakan diklat wajib diikuti seluruh pejabat eselon dua sebagai kompetensi menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT),” ujar Rudy saat memimpin apel pagi di Lapangan Setda Garut, Senin (17/10/2022).

Rudy pun menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih salah satu jajarannya di Pemkab Garut tersebut. Dikatakannya, program Kadisdik mendapat apresiasi oleh tim penguji. “Semoga raihan hasil terbaik Kadisdik Garut bermanfaat untuk daerah dan masyarakat,” katanya.

Inovasi Kadisdik Garut adalah Program Strategi Peningkatan Tata Kelola Sekolah Melalui Sistem Manajemen Sekolah Berbasis Keunggulan atau disingkat Sapintas SMSBK.

“Program ini merupakan proyek perubahan Diklat Pim II Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Inovasi ini adalah program strategis yang bisa menjadi bagian perubahan dalam penatausahaan sekolah yang menggunakan manajemen berbasis keunggulan,” papar Rudy Gunawan.

Rudy menuturkan, tujuan penyelenggaraan Diklatpim Tingkat II adalah meningkatkan kompetensi kepemimpinan pejabat struktural eselon II yang akan berperan dalam melaksanakan tugas dan fungsi kepemerintahan di instansinya masing-masing.

“Kompetensi yang dibangun pada Diklatpim Tingkat II adalah kompetensi kepemimpinan strategis yaitu kemampuan menetapkan strategi kebijakan instansinya dan memimpin keberhasilan implementasi strategi kebijakan tersebut, yang diindikasikan dengan kemampuan seperti mengembangkan karakter dan sikap perilaku integritas,” tegasnya.

Selain itu, sambung Rudy, implementasi strategi kebijakan yang digagas Kadisdik Garut itu berwawasan kebangsaan, menjunjung tinggi standar etika publik sesuai dengan peraturan Perundang-Undangan, kemampuan untuk taat pada nilai-nilai, norma, moralitas dan bertanggung jawab dalam memimpin unit instansinya.

“Saya atas nama kepala daerah sangat bangga atas prestasi ini. Semoga inovasi Kadisdik Garut bisa diikuti oleh ASN yang lain, khususnya pejabat eselon II,” terangnya. (AA)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More