Menelusuri Lokasi Banjir Cimacan Garut, RT “Ngamuk” Minta Pemda Selesaikan PR Banjir Bandang 2016

425

LOGIKANEWS.COM – Hari Sabtu dan Minggu (16 – 17/07/2022) tim Majalah Fakta mendatangi lokasi banjir yang menyerang sejumlah lokasi di Kabupaten Garut, akibat curah hujan yang begitu besar di Hari Jumat (15/07/2022).

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim Majalah Fakta setidaknya ada 13 titik lokasi yang mengalami banjir, beberapa lokasi diantaranya berada di wilayah pusat kota Garut Kota seperti Kp Lebaksari dan Gang Hidmah, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota.


Daerah ini merupakan perlintasan Sungai Cikendi yang kerap terserang banjir. Sebagian penduduk yang berdekatan dengan sungai ini pasti menjadi korban banjir tatakala hujan deras.

Selain Kelurahan Regol, salah satu di daerah Desa Haurpanggung Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut bernama Kampung Cimacan menjadi lokasi paling rawan terkena bencana banjir. Pasalnya, ditempat ini ada pemukiman warga yang berdiri di daerah zona merah.

Apabila hujan turun, maka warga harus waspada dan siap siaga. Karena apabila debit air di Sungai Cimanuk meninggi, maka pemukiman warga akan terkepung air. Air dari Sungai Cimanuk aku keluar melebihi tanggul sungai dan menerjang rumah warga.

Di tahun 2022 ini hal yang sudah diprediksi kembali terjadi. Ratusan rumah terendam air dan banjir. Benda-benda berharga milik warga terendam air disertai lumpur, akibatnya rusak menjadi limbah.

Lokasi yang ketiga di wilayah pusat perkotaan Garut adalah Kp Ciwalen, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota. Tahun ini, ratusan warga yang tersebar di 5 RW terendam air banjir dan lumpur. Karena daerah ini berada dicekungan antara Rel Kereta Api jalur Garut Kota-Cibatu dan Sungai Cimanuk.

Banjir yang menimpa pemukiman diakui sebagian besar warga sangat menakutkan. Pasalnya, daerah ini belum pernah banjir sebelumnya. Menurut keterangan tokoh dan pemuda setempat, Banjir pernah menerjang kampung halamannya sekitar 40 tahun lalu, tepatnya di tahun 1982.


Tepat di hari Minggu, 17 Juli 2022 tim Majalah Fakta melakukan penelusuran ke wilayah Cimacan, Desa Haurpanggung Kelurahan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Tim Majalah Fakta ditemani Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG), Irwan Hendarsyah dan warga Kp. Cimacan, Encang.

Di tempat ini ditemukan sejumlah fakta yang cukup mengejutkan, diantaranya dugaan penipuan yang dilakukan sejumlah oknum kepada warga yang kini menetap di Kp. Cimacan.

“Pertama saya membeli lahan di daerah ini karena membeli dari salah seorang warga yang kini sudah meninggal dunia. Dulu saya dijanjikan 10 tumbak sebesar puluhan juta rupiah. Namun sampai saat ini dokumennya tidak ada. Saya merasa tertipu,” ujar Encang.

Selain itu, Encang juga meminta Pemkab Garut untuk menuntaskan Pekerjaan Rumah “PR” terkait relokasi warga akibat banjir bandang tahun 2016 lalu. Pemkab Garut tidak menuntaskan relokasi diantaranya sebagian warga tidak mendapat tempat yang disediakan Pemkab Garut.

“Saya pribadi sudah mendapat rumah relokasi, tetapi yang lain belum dapat. Sehingga masih banyak warga yang bertahan di tempat ini. Kami selalu merasa was-was, tetapi tidak ada pilihan lain. Kami berharap Pemkab Garut bisa membantu kami semua dan jangan sebagian saja,” ujar Encang.

Encang pun membawa tim Majalah Fakta untuk melihat langsung lokasi rumah dan semua tempat yang rusak akibat banjir. Kondisi warga sangat memprihatinkan. Sebagian warga tidak memiliki air bersih. Pakaian, perlatan rumah tangga dan motor rusak karena terendam air dan lumpur.

Bahkan, ada warga yang mengaku baru membeli buku dan keperluan sekolah rusak dan hilang dalam sekejap. Untuk itu mereka berharap ada bantuan berupa buku dan pakaian sekolah.

DINAS PERKIM MELAKUKAN PENDATAAN RUMAH UNTUK DANA KEROHIMAN

Selama berkeliling di lokasi banjir Kampung Cimacan, tim Majalah Logika melakukan streaming melalui Channel Youtube Majalah Logika Digital. Secara kebetulan berhasil mewancarai Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono beserta rombongan yang tengah melakukan pengecekan sekaligus melakukan giat trauma kepada anak-anak korban banjir.

Kapolres menerjunkan jajarannya bahkan sampai menurunkan anggota Bhayangkari serta memberikan bantuan kepada korban. Kapolres memastikan kondisi di wilayah Cimacan dalam keadaan aman.


“Kami melakukan pengontrolan langsung ke berbagai wilayah banjir, diantaranya tempat-tempat di wilayah Garut Kota dan Tarogong Kidul. Hari ini PLN juga sudah mengaktifkan listrik di daerah ini, sehingga dapat mengantisipasi perbuatan kejahatan,” ujar Kapolres.

Sementara, salah satu petugas Dinas Perkim Kabupaten Garut bernama Jaja, secara kebetulan sedang melakukan pendataan kerusakan rumah akibat banjir di daerah Cimacan.

Menurut Jaja, pihak Perkim memberinya tugas untuk mendata rumah-rumah yang rusak akibat banjir. Dia bertugas di wilayah Cimacan. Namun sayang, Jaja tidak tahu mekanisme pembayarannya nanti seperti apa. “Saya hanya ditugaskan untuk mendata saja. Saya pribadi ditugaskan di Cimacan, sementara di tempat lain petugasnya berbeda,” paparnya.

Setelah sedikit berbincang dengan petugas Perkim, Majalah Logika juga dibawa ke kediaman Ketua RT 03 RW 15, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Aceng Darsono.

Aceng Darsono nampaknya memendam kekesalan, sehingga nadanya sedikit berapi-api. Aceng meminta Pemkab untuk tidak membahas uang kerohiman yang digembor-gemborkan. Aceng dengan tegas meminta Pemkab Garut untuk menyelesaikan PR pada kasus Banjir Bandang Tahun 2016 lalu.

“Menurut saya, jangan lah berbicara uang kerohiman dulu, tapi tuntaskan PR Banjir Bandang Tahun 2016 lalu. Kalau itu tidak beres, maka selamanya masyarakat akan terus terancam banjir,” katanya.

Ikuti terus penelusuran Majalah Logika di lokasi rawan banjir yang terjadi di tahun 2016-2022. Apa saja yang disampaikan warga dan Ketua RT di Kampung Cimacan, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Agar tidak gagal paham tonton di Channel YouTube Majalah Logika Digital dengan Judul Live Pengakuan Korban Banjir Cimacan, RT “Ngamuk” Desaj Pemkab Garut Selesaikan PR Banjir Bandang 2016.


(Asep Ahmad)

TONTON JUGA VIDEO YOUTUBE KAMI

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More