Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi Minta Keberadaan Stok Pangan Terpenuhi

319

LOGIKANEWS.COM – Ketua komisi II DPRD Kabupaten Bekasi gelar rapat yang dipimpin langsung oleh Sunandar Ketua Komisi II H. Sunandar SE, pada Jumat (3/6/2022)

Rapat tersebut digelar guna memastikan realisasi anggaran di triwulan kedua, selain itu juga untuk mengetahui program apa saja yang sudah terealisasi dan yang belum dikerjakan.

Sunandar menyampaikan, badan ketahanan pangan memiliki peran yang cukup penting untuk memastikan keberadaan stok pangan terpenuhi, selain itu juga memiliki tugas untuk memastikan Apakah bahan makanan bebas dari zat kimia.

“Sudah kita lakukan ya, memang salah satunya untuk menstabilkan pangan-pangan yang ada, khususnya di Kabupaten Bekasi. yang kedua untuk meneliti atau melihat dari pada contoh sayuran buah-buahan juga terhadap itu. Bagaimana tingkat keamanan contoh pakai peptisida atau tidak dan sebagainya salah satunya itu juga terutama juga dipangan ini.” ungkap Ketua Komisi II.

Ia juga mengatakan, salah satu beras kita, bilamana ada penanggulangan, misal, ada banjir tuh salah satunya gagal panen, kita menyediakan stok pangan yang ada di bidang pertahanan pangan seperti itu,” katanya.

Guna memastikan keamanan tersebut, kata dia, badan ketahanan pangan mengadakan pemeriksaan secara sampling bahan sayuran di pasar. Apakah bahan tersebut mengandung peptisida atau tidak karena jika dibiarkan akan terkena dampaknya adalah konsumen yang notabene warga Kabupaten Bekasi.

“Sudah dilakukan maupun secara sepakat tradisional tapi sayang. dilakukan memang dia prestasikan kami pun melakukan ke pasar-pasar tradisional betulan pasar tradisional di kita kurang lebih ada 13 loh pasar tradisional yang memang memiliki yang sudah diserahkan kepada oleh dinas oleh pengembang kepada dinas terkait khususnya pemerintahan kabupaten Bekasi cara pasar-pasar tradisional atau modern pasar modern memang itu kewenangan daripada swasta tapi tantangan saya juga berharap untuk memonitor juga memang ada motor tapi secara acak itu secara acak untuk mengontrol atau monitor tangan yang layak memang dikonsumsi oleh masyarakat khusus kabupaten Bekasi,” jelasnya.

Jika dilihat dari tugas dan tanggung jawabnya menurut Sunandar, peran badan ketahanan pangan sangatlah penting karenanya perlu adanya dukungan anggaran. karena di rapat kerja kali ini untuk mengetahui apakah badan tersebut masih membutuhkan dukungan anggaran atau sudah cukup.

Sementara, Perwakilan dari badan ketahanan pangan, Kuswaya pun menegaskan, “di antara tugas badan ketahanan pangan adalah memastikan stok bahan makanan terkecuali minyak goreng dan gandum,” jelas Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi.

Selain itu memastikan bahan makanan terbebas dari zat kimia karena mengusulkan untuk dibuatkan semacam tempat pemeriksaan bahan makanan di tiap perbatasan pintu masuk Kabupaten Bekasi.

langkah ini dilakukan untuk antisipasi supaya tidak ada bahan makanan yang mengandung zat kimia masuk ke pasar tradisional di Kabupaten Bekasi.

“Memang kita harus sediakan sarana prasarana juga penunjang untuk pengecekan karena pangan ini kan maupun datang dari luar berupa satu kontainer Mungkin beberapa truk dari luar terutama kita yang memang sentralnya di Pasar Induk Cibitung,” ujarnya.

Dari sayuran buah-buahan yang memang lolos atau tidak di situ, “Nah, ini kan karangan-karangan yang kita butuhkan memang yang jalan selama ini hanya sampel daripada sample kita penasaran melakukan pengecekan pengecekan terhadap maupun supermarket maupun pasar-pasar tradisional. Bagaimana pangan yang dijual belikan terhadap itu aman untuk dikonsumsi cuman seperti itu aja,” imbuhnya.

Selama ini, menurut Kuswaya, untuk memastikan apakah bahan makanan tersebut aman untuk dikonsumsi pihaknya hanya melakukan tes secara acak. Hal ini dikarenakan bahan sudah tersebar di pasar dan tidak mungkin untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh.

Kusyawa juga menjelaskan, berbeda halnya dengan bahan makanan yang ada di supermarket barang-barang tersebut relatif lebih mudah diperiksa karena ada masa berlakunya.

“Kalau menurut saya itu sangat jauh sekali karena apa sebab satu sarana prasara kita harus membuat tadi memang gudang atau gedung atau penampung dulu, yang memang sebelum masuk selama ini kan memang ada tadi katanya gudang-gudang swasta yang mereka stok itu ditaruh di mana untuk mobil tersebut,” katanya.

Jadi, lanjut Kusyawa, orang belanja dari distributor nanti si pelaku kegiatan itu memang ada beberapa lakukan tapi saya tanya di mana gudang tersebut lokasi dan letaknya sebagainya itu tadi katanya pak belum kami ketahui dan sebagainya

“Ini saya harapkan lanjuti dari pertahanan pangan itu harus monitor juga terkait karena apa peruntukan tetap pangan kita juga harus termonitor terutama enggak hanya cuman menjelang idul Fitri idul Adha atau hari-hari besar lainnya nah ini kan kita kenal apa kalau setopangan kita eee memenuhi otomatis harga juga tidak melambung tinggi gitu tapi kalau stok tangan berkurang atau sangat kurang harga otomatis kan naik ini perlu secara korupsinya atau tombol peneliti lewat kita lihat itu harus diterapkan juga,” tutupnya


(Ziz)

TONTON JUGA VIDEO YOUTUBE KAMI

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More