KLB Demokrat Ditolak Pemerintah, Ahmad Bajuri: KLB PD Hanya Dagelan

270

LOGIKANEWS.COM – Ahmad Bajuri Optimis Ketua DPC PD (Partai Demokrat) Kabupaten Garut, Ahmad Bajuri mengatakan, demokrasi di Indonesia selamat dengan keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (menkumham) Republik Indonesia yang telah menolak hasil KLB (konfrensi Luar Biasa) Partai Demokrat yang digelar sejumlah pihak di Deli Serdang.

“Kisruh polemik di tubuh Demokrat dengan melakukan gerakan oleh segelintir para senior yang dengan emosional menyeret keterlibatan KSP Pak Moeldoko mengadakan KLB yang inskotitusional dan tidak ber etika,” ujar mantan Ketua DPRD Garut, Ahmad Bajuri ketika dimintai pendapatnya tentang penolakan KLB Partai Demokrat di Deli Serdang oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM, dan dibacakan langsung oleh Menteri Menkumham, Yasona Laoli, Rabu (31/03/2021).

Menurut Ahmad bajuri, KLB PD di Deli Serdang terjadi disaat  Partai Demokrat sedang kondusif serta menjalankan roda partai guna membantu kepentingan rakyat . “Maka kita sebut KLB itu sebagai dagelan di masa pandemi. Karena ini menjadi wahana publik yang membawa perpecahan di internal partai juga para elit di negara ini. Publik melihat mana yang rasional dan tidak rasional,” ujar Ahmad Bajuri.

Bajuri menyampaikan, melalui hasil keputusan Kemenhumkam RI tentang  penolakan KLB Partai Demokrat, maka kemelut tersebut telah selesai. “Hari ini tanggal 31 Maret tahun 2021 kemelut Partai Demokrat telah selesai. Menteri Hukum dan HAM, Pak Yasona yang On The Track berpijak pada aturan perundangan-undangan,” jelasnya.

Melalui keputusan pemerintah itu, sambung Ahmad Bajuri, maka semua tim KLB gigit jari.Semula mereka begitu optimis bahwa pemerintah akan ada dipihaknya karena keberadaan KSP Moeldoko.

“Mereka sampai lupa pada etika dan aturan main KLB dan perundang-undangan. Tim KLB kesana kemari, gerakan mereka sudah tidak lagi pada subtansi yang ada tentang KLB. Aksi mereka tidak lebih hanya mengganggu stabilitas nasional,” ujarnya.

Bajuri menegaskan, banyaknya elit tokoh yang terbawa arus perbedaan pandangan tergantung kepentingan nya masing  rakyat menontonnya. Keyakinan tim penggagas KLB dengan membawa KSP Moeldoko gagal dan tidak membuahkan hasil.

“Mereka mau menyeret pemerintah ikut dalam komplik dengan Demokrat pimpinan AHY. Mereka lupa bahwa semua kader struktur solid mendukung AHY dan tidak tergiur tawaran manis dan jaminan akan disahkannya hasil KLB oleh Kemenetrian Hukum dan HAM dari para senior pengagas KLB,” tandasnya.

Hari ini, ucap Bajuri, pasca ditolaknya pengesahan hasil KLB memperlihatkan bahwa kekurang matangan dalam memahani aturan organisasi dan perundang-undangan. Dalam hal ini juga KSP telah dikorbankan oleh para senior Demokrat yang menjamin kader akan ikut gagasan KLB.

“Hikmah dari GPKPD ini rakyat lebih memahami kebenaran dan rasionalisasi para senior yang mengaku pendiri partai juga solidaritas di internal Demokrat makin solid. Serta pemerintah obyektifitas  atas semua kejadian ini akan menjadi catatan sejarah, baik di Demokrat dan demokrasi di Indonesia. Demokrat solid AHY, Demokrasi selamat,” pungkasnya. (Asep Ahmad)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More