Kisruh PPDB SMAN 1 Purwakarta, Mediasi, Croscek, Tabayun, Memberi Efek Jera Agar Tidak Terulang

487

LOGIKANEWS.COM – Tertibkan bersama hal yang tidak sesuai aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi sesuai aturan seperti keinginan bersama, dengan harapan kedepan tidak terulang kembali kesalahan yang telah lalu, siswa yang tidak sesuai bisa di keluarkan dan oknum-oknum lain bisa kena sangsi, hal ini tadi sudah disepakati dan disampaikan Dr. Purwanto Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta jika benar adanya pelanggaran termasuk jika ada pelanggaran dari pihak SMP di Purwakarta. Demikian ditegaskan Said Ali Azmi biasa dipanggil Bang Jimy anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta dari Komisi IV usai Audiensi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kompak, Senin (18/07/2022) di ruang rapat gabungan Komisi, Kantor DPRD Kabupaten Purwakarta.

H.M. Arief Kurniawan. Anggota DPRD Purwakarta Komisu IV

Ir. H. M. Arief Kurniawan, M.M. sama-sama dari Komisi lV sependapat dengan Jimy, menurutnya, perlu kehadiran semua terkait guna mediasi, croscek, tabayun, bagaimana caranya agar tidak terulang, tidak masalah memberikan efek jera, kedepan akan dijadwalkan pertemuan selanjutnya agar mendapatkan hasil yang baik untuk anak-anak sekolah sesuai haknya.

Salah seorang ibu warga Purwakarta yang turut hadir saat itu, inisial WND (42) mengaku, anaknya terganggu mental karena tidak diterima di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (SMANSA). Pihaknya merasa sesuai Zonase, dari kecil anaknya Sekolah Dasar (SD) dekat tempat tinggalnya, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 letaknya di seberang SMANSA dan bercita-cita sejak kecil ingin sekolah di SMANSA.

Pandu Fajar Gumelar Ketua Harian LSM Kompak

Lina Nur Sylvia Lestari anggota DPRD Komisi IV lainnya yang hadir, merasa bangga dengan kepekaan yang lebih terasah dari pihak Kompak, lebih peduli nyata pendidikan anak sesuai haknya dengan memperjuangkan, mencari titik terang persoalan guna penyelesaian bersama semestinya sesuai prosedur, dengan upaya duduk bersama dan setuju dijadwalkanya kembali pertemuan untuk hasil yang baik bagi semua pihak terkait sesuai aturan yang berlaku.

Acara yang dihadiri Dr. Purwanto kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Purwakarta, Anggota DPRD dari Komisi IV dan Perwakilan orang tua anak yang kecewa tidak diterima di SMANSA serta petugas keamanan.


Sangat disayangkan, kesempatan itu tidak dihadiri pihak SMAN 1 Purwakarta atau Perwakilannya, mengingat hal yang dibicarakan pada pertemuan tersebut, dugaan seputar kisruhnya PPDB di SMANSA yang diduga karena ulah oknum-oknum yang menodai nama baik sekolah itu dan menodai pihak-pihak bertanggungjawab yang sangat menjungjung tinggi harkat martabat keluarga besar sekolah.

Masalah dugaan banyaknya pelanggaran PPDB yang ramai dibicarakan banyak pihak di SMANSA sebagaimana di sampaikan Pandu Fajar Gumelar Ketua Harian LSM Kompak, diantaranya, perihal banyaknya kejanggalan dalam input data, zonase dan hal lainnya yang diragukan keabsahannya atau tidak sesuai dengan sistem yang semestinya di SMAN 1 Purwakarta.

Ada hal yang perlu dipertanyakan, diyakini banyak pelanggaran, dan ini akan disampaikan jika pihak terkait dalam hal ini pihak SMAN 1 hadir, begitu pula dengan pihak Kantor Cabang Daerah (KCD) Wilayah 1V Jawa Barat yang saat itu tidak hadir.

Beberapa jam sebelum acara berlangsung tampak terlihat 2 orang pria dan satu orang wanita, terlihat salah satu dari dua pria memakai rompi bertuliskan KCD Wilayah lV terburu-buru keluar dari area kantor DPRD dan sempat menyampaikan kepada media, mempersilahkan untuk konfirmasi di acara yang menurutnya akan berlangsung sekitar Pukul 13:00. WIB. Seputar PPDB SMANSA di gedung DPRD.


“Silahkan nanti untuk mempertanyakan perihal PPDB SMAN 1 tersebut,” Kata pria dengan rompi bertuliskan KCD Wilayah lV dibagian punggung, sambil ngeloyor pamit pergi terburu-buru.

Usai Audiensi, Pandu Fajar Gumelar Ketua Harian Kompak Purwakarta kepada media membenarkan banyaknya kekecewaan warga perihal pelaksanaan PPDB di SMAN 1 itu, diakui Pandu, saat ini pihaknya menanggapi seputar kekecewaan yang menimpa keluarga besarnya, diyakini Pandu pelanggaran sudah pasti A I.

“Nanti kalau semua terkait hadir, akan kita buka,”Ungkap Pandu meyakinkan.


Sebelumnya, pihak SMAN 1 Purwakarta
beberapa waktu lalu kepada media, melalu Lilis Yani S.Pd Wakil Ketua Kesiswaan dan Ketua Panitia PPDB SMANSA mengatakan, pihaknya sudah sesuai prosedur dan mempersilahkan siapapun untuk melaporkan, berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihaknya dan pihak terkait lainnya jika ada pelanggaran, pihaknya siap dan merasa tidak ada masalah, semua yang di lakukannya sudah sesuai dengan semestinya, siapapun yang merasa dirugikan berhak untuk melapor dan di proses sesuai aturan yang berlaku termasuk pihaknya.

Dalam Agenda pertemuan selanjutnya, dipastikan setelah realisasi acara Paripurna Perayaan Hari Jadi Purwakarta akan dihadirkan pihak Kelurahan Nagri Kidul yang diduga ada Kartu Keluarga (KK) warganya yang mencantumkan peserta didik baru dari jauh atau luar kota, semoga permasalahan ini menjadi jelas dan menjadi pelajaran agar kemudian pelaksanaan PPDB di masa depan akan lebih baik sesuai Pancasila.


(Laela)

TONTON JUGA VIDEO YOUTUBE KAMI

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More