Ketua Bara Baja Jawa Barat Mengecam Keras Bom Bunuh Diri di Makasar

309

LOGIKANEWS.COM – Ketua DPD Bara Baja Provinsi Jawa Barat, Yadi Suryadi angkat bicara tentang peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makasar. Menurut tokoh muda di Kota Bandung, Jawa Barat ini, pelaku bom bunuh diri merupakan perbuatan yang biadab.

“Biadab, bodoh dan tolol. Membunuh diri sendiri dan mencelakakan orang lain. Dimana logika sehat yang mereka gunakan untuk melancarkan aksinya. Untuk itu, saya atas nama pribadi dan keluarga besar Bara Baja sangat menyesali perbuatan pelaku bunuh diri,” ujar Yadi Suryadi kepada media ini, Senin (29/03/2021).

Yadi Suryadi menegaskan, pelaku bom bunuh diri adalah orang stres, lemah iman, tidak punya pegangan hidup yang benar, tidak punya hati nurani dan tidak memiliki kasih sayang. “Rasa perikemanusiaan pelaku bunuh diri ini sudah tidak ada. Mereka dengan seenaknya membunuh dirinya sendiri dan orang lain,” ungkap Yadi dengan nada kesal.

Menurut Yadi Suryadi, pemerintah dan semua elemen masyarakat harus bahu membahu mengingatkan semua pihak agar tidak mudah terprovokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Saya yakini, pelaku bunuh diri inipun mendapat bisikan dari pihak-pihak yang tidak memiliki akal sehat, sakit dan psikopat. Untuk itu, semua pihak harus dengan tegas melawan orang-orang sakit ini,” ungkapnya.

Sebagai warga masyarakat yang memiliki keyakinan terhadap kebesaran Tuhan yang maha esa, Yadi Suryadi juga mengingatkan masyarakat di Indonesia, sejatinya manusia itu harus bersyukur atas nikmat dan kesempatan hidup yang diberikan oleh tuhan sebagai pencipta.

“Kita hidup di dunia ini karena izin dari Allah SWT, Tuhan yang maha esa. Untuk itu, kewajiban kita adalah bersyukur dan menjalankan fungsi sebagai manusia. Manusia memiliki karakter saling mencintai, saling menyayangi, saling mengingatkan, berbagi kebaikan, penuh kedamaian, dan ingin hidup berbahagia dimana saja,” ungkapnya.

Sementara, prilaku bunuh diri, Yadi menegaskan itu prilaku sesat yang diinginkan oleh mahluk yang memiliki karakter ingin kehancuran, perpecahan, menyakiti diri sendiri, keluarga dan orang lain.

“Saya tegaskan, prilaku bunuh diri dengan meledakan dirinya menggunakan bom disertai ingin menyakiti manusia lainnya adalah keinginan setan. Bukannya menghargai nikmat yang telah tuhan anugerahkan, tetapi malah mengancurkannya. Badan kita ini harus kita rawat, kita jaga, kita pelihara sampai kita kembali pangkuan illahi,” ucap pria yang terkenal agamis di lingkunganya ini.

Untuk itu, mengecam dan mengutuk keras peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makasar. “Saya sangat mengecam perbuatan bejat itu. Semoga pihak kepolisian dan pihak-pihak yang berwenang lainnya bisa segera mengadili dan menghukum siapa saja dibalik peristiwa bom bunuh diri,” ucapnya.

Apabila pihak penegak hukum tidak bisa menumpas pihak-pihak dibalik bom bunuh diri, maka keselamatan, kenyamana dan kemananan negara ini akan terus terancam. “Kita siap membantu pemerintah dan penegak hukum untuk mengingatkan semua pihak bahwa prilaku bunuh diri adalah perbuatan yang melanggar hukum dan harus diadili. Sebagai manusia kita memiliki peranan menjaga rasa aman dan menyebarkan kasih sayang dimana pun kita berada,” ungkapnya. (Asep Ahmad)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More