Kejahatan di Garut Terus Mencuat, Kini Penipuan CPNS Libatkan Oknum Guru SMK

371

LOGIKANEWS.COM – Dugaan tindak pidana penipuan dengan modus memuluskan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kembali mencuat di Kabupaten Garut. Bahkan, dua terduga pelaku kini sudah diamankan pihak kepolisian di wilayah hukum Resort Kabupaten Garut.

Ironisnya, kedua pelaku terduga pelaku penipuan merupakan pasangan suami istri (pasutri). Pelaku pria berprofesi sebagai wiraswasta, sedangkan istrinya bekerja sebagai guru honorer di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Garut.

Kapolsek Cisurupan, Iptu Iwan Soleh Pujiawan melalui Kanit Reskrim Polsek Cisurupan, Ipda Amirudian Latif membenarkan adanya dugaan pelanggaran pidana yang berakibat penangkapan oleh pihak kepolisian.
“Sepasang suami istri berinisial CSM (59) dan NW (43), warga Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat sudah kami tangkap, terkait dugaan penipuan terhadap guru honorer di wilayah hukum Kecamatan Cisurupan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Cisurupan, Iptu Amirudin Latif saat dihubungi Logikanews.com, Sabtu (24/04/2021).

Menurutnya, dalam menjalankan aksinya, pelaku menjanjikan korban akan diangkat sebagai PNS sejak tahun 2016, tetapi sampai saat ini janji itu tidak terealisasi. “Setelah sekian lama, mungkin korban menyadari telah menjadi korban penipuan,” ujarnya.

Amirudin mengatakan, korban menderita kerugian mencapai Rp 130 juta. Sebelum melaporkan penipuan itu ke Polisi, korban sudah berkali-kali menagih janji diangkat PNS, tetapi tidak kunjung ada kejelasan.
“Setelah menagih namun tak kunjung ditepati, sehingga akhirnya korban melapor kepada kami. Setelah dilakukan pemeriksaan, kedua pelaku mengaku telah melakukan penipuan kepada korban,” ucapnya.

15 Korban Tersebar di Garut

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian, terungkap ulah para pelaku yang mengaku telah melakukan perbuatannya itu kepada 15 orang di Garut. Salah satu korbannya warga Kecamatan Cisurupan.
“14 orang lainnya tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Garut. Hingga kini kami masih mengembangkan kasus penipuan guru honorer itu untuk mengetahui kemungkinan adanya korban maupun pelaku lain yang terlibat,” terangnya.

Sebelumnya, dugaan tindak pidana di Kabupaten Garut kembali mencuat setelah pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menetapkan tiga tersangka terduga pelaku korupsi pada revitalisasi Pasar Rakyat Leles dan Pembangunan Pasar Darurat di Kecamatan Leles dan penangkapan salah satu oknum kepala desa oleh pihak kejaksaan Negeri Garut serta penjemputan salah satu mantan oknum Kepala Dispora Garut, Kuswendi, karena terbukti melanggar UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) pada pembangunan Bumi Perkemahan (buper) di zona merah Gunung Guntur. (Asep Ahmad)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More