Hitam Putih Bansos Provinsi Hasil Temuan Satgas Covid DPRD Jabar

231

LOGIKANEWS.COM – Sejak 08 Mei  hingga 16 Mei 2020 lalu, Satuan Gugus Tugas (SATGAS) Lawan Covid-19 DPRD Jabar melakukan pengecekan dan monitoring Bansos Provinsi diseluruh Kabupaten di Jawa Barat. Salah satunya Rombongan Komisi I DPRD Jawa Barat terdiri Yosa Octora Santono, S.Si.,M.M (Fraksi Partai Demokrat), Ir.H.Sri Budihardjo Hermawan, M.Ipol (Fraksi Demokrat), Drs. H.Abdul Rozaq Muslim, S.H.,M.Si (Fraksi Partai Golkar), M. Nasir, S.Ag (Fraksi Partai PKB) di Kabupaten Kuningan dan Kota Cirebon.

Pengecekan di Kantor Pos Kuningan, menemukan data yang disampaikan Kepala kantor Pos Indonesia Kabupaten Kuningan, Alif bahwa baru 10.743 RTS dari 15.695 RTS, sedang berjalan dan hampir selesai. Yosa beserta rombongan mengapresiasi penyaluran bansos oleh PT. Pos Indonesia Kabupaten Kuningan dan mengkritisi pengadaan telur yang rentan busuk dan pecah.

Pengecekan dilanjutkan Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan. Disini Satgas Lawan Covid Jabar menemukan daftar penerima bantuan provinsi yang tidak sesuai diantaranya data double dan yang telah meninggal pun terdaftar sebagai penerima. Pengecekan bansos di Bulog Cirebon menemukan telor busuk karena lama dan penolakan. Sejalan  dengan pernyataan Asosiasi Pedagang Pasar,” ujar Yosa, saat dikonfirmasi kesatu.co baru-baru ini.

“Di PT. Pos Indonesia Kota Cirebon juga menemukan beberapa telur yang pecah, busuk dan ada juga yang menolak menerima bansos provinsi,” tambah Yosa.

Satgas pus melanjutkan perjalanan dan melakukan monitoring ke Dinas Kesehatan Kota Cirebon. Saat itu, Kadis dr. Edy Sugiarto, M.Kes menyambut baik monitoring SATGAS Covid-19 DPRD Jabar ini.  Kadis menyayangkan Pemprov menganggap kota Cirebon berstatus zona hijau tetapi fakta dilapangan Zona Merah. “Kadis mengatakan Kota Cirebon menerapkan Karantina Wilayah RT RW. Bantuan Pemkot ke RW 500.000 uang tunai + pulsa Rp 100.000. Setiap RT mendapat uang tunai Rp250.000 uang tunai + pulsa 50.000,” terang Yosa.

Menurut Yosa, selama ia dan tim Satgas Lawan Covid-19 DPRD Jabar jumlah pengunjung rumah sakit menurun, sedangkan pengunjung Puskesmas melonjak naik. Hal ini menjadi kekhawatiran penularan virus. Monitoring selanjutnya dilanjutkan ke Kelurahan Kalijaga Kota Cirebon, Desa TUK Kabupaten Cirebon. “Pengecekan dan monitoring ini untuk nanti disampaikan dalam Rapat Paripurna untuk bahan evaluasi Pemprov Jabar agar lebih maksimal,” tandasnya. (Janoka Maulana)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More