Hak Warga Cairkan Bantuan BPUM Jangan Dihalangi Karena Belum Vaksin

50

LOGIKANEWS.COM – Anggota Komisi VI DPR RI Daeng Muhammad meminta agar para penerima Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) tidak dihalangi haknya untuk mencairkan dana tersebut hanya karena belum divaksinasi. Hal itu sejalan dengan laporan warga yang menghubunginya, tidak dapat melakukan pencairan BPUM karena harus membawa sertifikat vaksin, dengan kata lain sudah suntik vaksin.

“Saya bilang kepada mereka (warga), tidak pernah dengar dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah ada aturannya itu (harus bawa sertifikat vaksin, red). Alasan mereka, ada imbauan dari Muspida setempat harus bawa vaksin. Kalau tidak bawa, (BPUM) tidak bisa dicairkan,” ujar Daeng dalam Rapat Kerja dengan Menkop-UMKM RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senayan, Selasa (21/9/2021).

Ia meminta agar Menkop-UKM Teten Masduki menegaskan agar tidak perlu ada syarat membawa sertifikat vaksinasi untuk mencairkan UMKM. Sebab, menurutnya, program vaksinasi pemerintah belum dilakukan secara merata di seluruh daerah, terlebih bagi warga yang memiliki penyakit komorbid sehingga tidak dapat divaksin.

“Tolong ditegaskan Pak Menteri, bahwa ini kemudahan (BPUM, red) ini hak rakyat yang diatur konstitusi sudah harus bisa dicairkan. Tidak boleh ada imbauan yang halangi orang cairkan BPUM yang nilainya Rp1,2 juta. Sementara kondisi saat ini, itu sangat menolong kita,” tegasnya.

Meski demikian, Daeng mengapresiasi realisasi penyaluran BPUM yang sudah mencapai 99,29 persen dari pagu Rp15,63 triliun atau sudah menyentuh Rp15,24 triliun, kepada 12,7 juta pelaku UMKM. “Walaupun kita belum puas tapi daya usaha untuk lakukan itu saya hargai itu. Mudah-mudahan itu bisa juga dirasakan oleh seluruh rakyat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More