Fraksi Garut Ajukan Audensi Ke Kejati Jabar Terkait Dugaan Kolusi Tender Proyek Jalan Tegalgede-Cibogo

483

LOGIKANEWS.COM – Forum Rakyat Berdiskusi Garut (Fraksi Garut) meminta audensi kepihak Kejaksaan Tinggi Negeri Jawa Barat terkait dugaan penyalahgunaan wewenang (kolusi) tender rekontruksi ruas Jalan Tegalgede-Cibogo, Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut Tahun Anggaran (TA) 2021.

Koordinator Fraksi Garut, Syam Yousef, SH, MH kepada media ini mengatakan, pihaknya akan mengajukan audensi melalui Asisten Intelejen Kejati Jawa Barat, terkait dugaan penyalahgunaan wewenang (kolusi) dalam tender/lelang rekonstruksi Ruas jalan Tegalgede-Cibogo Kecamatan Pakenjeng.

“Proyek jalan dengan pagu anggaran sebesar Rp 2.139.000.000,00  di Dinas PUPR Kabupaten Garut pada APBD Tahun Anggaran 2021 berpotensi in efisiensi atau pemborosan keuangan Negara. Untuk itu saya akan membawa kasus ini ke Kejati Jabar,” ujar Syam Yousef di kediamannya, Selasa (03/05/2021).

Menurut Syam Yousef, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya, lelang proyek Jalan Cibogo-Tegalgede Kacamatan Pakenjeng dipandang tidak mengindahkan ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah Negara Indonesia.

“Sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Lembaga LKPP Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa melalui Penyedia, dan Peraturan presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah dengan Perpres Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Perubahan atas Peraturan presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Ini yang menjadi acuan kami menyikapi lelang proyek Jalan Cibogo-Tegalgede,” paparnya.

Syam Yousef menjelaskan, agenda mengajukan audensi akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, mengingat pekan ini akan menghadapi hari besar umat Islam, yakni hari raya Idul Fitri 1422 H, maka pengajuan audensi akan dilaksanakan setelah hari raya Idul Fitri.

“Bulan Syawal atau setelah hari raya Idul Fitri 1422 kami akan segera melayangkan surat permohonan audensi ke Kejati Jabar. Kami tidak akan diam saja melihat dugaan pelanggaran terhadap lelang proyek di Kabupaten Garut, karena hal itu akan menjadi preseden buruk untuk pembangunan di Kabupaten Garut,” tandasnya. (Asep Ahmad).

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More