Dua Pejabat Garut Dipenjara

73
https://www.youtube.com/watch?v=5y1-uy6wj48



LOGIKANEWS.COM –  Kejaksaan Negeri Garut, hari Kamis, 9 Juli 2020 menerima pelimpahan berkas kasus dugaan tipikor (tindak Pidana Korupsi) proyek pembangunan Sarana Olah Raga (SOR) Ciateul Kabupaten Garut.
Setelah itu, Kajari Garut, Sugeng Hariadi SH menyampaikan kepada sejumlah media, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan mantan Kabid Sapras Dispora Garut diduga melakukan tindak pidana korupsi pembangunan SOR Ciateul dengan potensi kerugian negara Rp 1 Milyar lebih.

Kadispora yang kini masih aktif sebagai ASN, sementara Kabid Sapras H Yana Kuswandi menurut kabar belum lama pensiun sebagai ASN di Pemkab Garut. Keduanya ditahan di Rumah Tahanan Negara (rutan) Kabupaten Garut selama 20 hari. Selain Kuswendi, JPU juga menetapkan dua orang sebagai pihak ketiga sebagai tersangka lain.

Kedua terduga korupsi inipun digelandang ke mobil tahanan kejaksaan yang ssudah siap membawa kedua orang tersebut. Kuswendi dan Yana Kuswandi dibawa bersamaan oknum mantan kades terduga korupsi program bantuan beras miskin.

“Kami telah menerima pelimpahan berkas dari Polres Garut terkait tindak pidana korupsi yakni kasus SOR,” ujar Kajari Garut, Sugeng Hariadi SH.

Satu pekan berlalu, sejumlah masyarakat berharap kejadian menjadi sebuah pembelajaran bagi ASN di Kabupaten Garut. “Perlu diketahui kembali bahwa jalan menuju manusia mulya itu ada proses serta jalan kemuliaan itu terang-benderang alias simetris dan tak pernah bengkok satu milipun, maka dari itu juga safety dalam kehidupan,” ujar Andriana Sahyana salah satu netizen yang mengomentari kasus tersebut.

Netizen lainnya, Harri Safiari mengatakan, sampai kapan Garut akan maju kalau pejabatnya melakukan korpsi. Stadion Garut sampai saat ini belum dibangun. Maka pantas Persigar tidak ada kemajuan. “Ayo Garut cepat bangkit. Jangan diam saja,” ujar Harri.

Selain berhadapan dengan kasus dugaan korupsi pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Ciateul Kabupaten Garut, Kuswendi juga tengah menunggu hasil kasasi di Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia terkait kasus pembangunan Bumi Perkemahan (Buper) di wilayah zona merah Gunung Guntur.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Garut memvonis Kuswendi bersalah dan dijatuhi hukuman satu tahun penjara, denda Rp 1 Milyar dan subsider 4 bulan kurungan. Merasa tidak puas dengan putusan hakim, Kuswendi melalui kuasa hukumnya mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung Jawa Barat.

Setelah hasil putusan di Pengadilan Tinggi Bandung diputuskan, pihak Kejari Garut mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung RI. (aa)  

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More