Demo Warga di Kecamatan Pamengpeuk Soal Corona, APH Diminta Sangsi Pejabat Garut

396

LOGIKANEWS.COM –  Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Kaca SE mengatakan, peristiwa aksi warga Kampung Cidahon, Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Garut, Jumat malam (01/5/2020) ke Kantor Kecamatan Pameungpeuk sangat disayangkan. Padahal warga Kp Cidahon hanya menuntut kejelasan status jenazah almarhum apakah positif atau negatif Covid-19.

Anggota Komisi V DPRD Jabar perwakilan Dapil Kabupaten Garut, Ade Kaca SE. (Ft: ist)

“Pertanyaan warga sangat beralasan. Mereka meminta kejelasan karena yang berkembang ada ada dua sumber hasil penelitian. Pertama hasil penelitian yang keluar dari RS Mayapada dan RS Sariasih,” ujar Ade Kaca, Selasa (02/05/2020).

Selain itu, harapan warga untuk dilakukan rapid test sampai terjadi aksi malam itu belum juga dilakukan, padahal warga Kp Cidahon ingin ada kepastian. Apakah keluarga yang membawa jenazah itu terpapar Covid-19 atau tidak.

“Dalam kondisi tidak ada kepastian akhirnya warga marah, yang selanjutnya saya sangat menyesalkan pemulasaraan jenazah dilakukan di pinggir jalan. Padahal di Pameungpeuk itu ada rumah sakit rujukan milik pemerintah provinsi Jawa Barat,” katanya.

Ade Kaca mempertanyakan kenapa jenazah itu tidak dibawa dulu ke RS daerah Pameungpeuk. Sangat disayangkan koordinasi yang dilakukan tidak maksimal. “Tapi menurut laporan dari Kepala Puskesmas Pameungpeuk, pak camat Kecamatan Pameungpeuk sudah berkoordinasi dengan pihak RS Daerah Pameungpeuk,” katanya.

Menurut Kepala Puskesmas Kecamatan Pamengpeuk, jawaban dari pihak RS Daerah Pamengpeuk melarang jenazah untuk dibawa ke RS. Pihak RS Pamengpeuk hanya mengirim peti jenazah dan ambulan.

“Kalau memang itu terjadi, saya sebagai wakil masyarakat yang ada di DPRD Jawa Barat merasa kecewa. Karena dari sisi kesiapan, baik secara tenaga medis dan peralatan medis, RS Pamengpeuk lebih siap dibanding dengan Puskesmas,” kata Ade Kaca.

Menurut Ade kaca, selama ini pemerintah Jawa Barat konsisten setiap terhadap kesehatan di Garut Selatan. Setiap tahun tidak kurang dari Rp100 M anggaran digelontorkan untuk membangun sarana dan prasarana RS Pamengpeuk.

“RSU Pameungpeuk merupakan rumah sakit rujukan, dengan tujuan keberadaan rumah sakit ini lebih diharapkan oleh masyarakat besar manfaatnya, sehingga angka kematian ataupun angka orang sakit bisa ditekan lebih rendah,” terangnya.

“Pola koordinasi yang tidak efektif di jajaran gugus tugas Covid-19 mengakibatkan warga demo ratusan warga di Kecamatan Pameungpeuk,” tambah Ade Kaca.

Hal senada disampaikan aktivis Kabupaten Garut, Rawink Rantik. Menurutnya, penyampaian sejumlah pejabat terkait status jenazah warga yang membuat masyarakat jadi resah. Seharusnya pihak APH mengambil sikap dengan memberikan sangsi bagi setiap orang yang menyampaikan informasi tidak benar.

“Wajar saja masyarakat gelisah dan ketakutan. Karena Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman di sejumlah media online menyebut dan Jubir Gugus Penanganan penanggulangan Covid-19 Kabupaten Garut terburu-buru menyampaikan ke media bahwa jenazah yang dimandikan dipinggir jalan itu positif Corona. Ini pernyataan yang membahayakan,” ujar Rawink, Minggu (03/05/2020).

Untuk itu, sambung Rawink, pihak terkait harus melakukan proses hukum kepada dua pejabat ini. Jangan hanya masyarakat kecil diberi sangsi tegas, sementara pejabat dibiarkan. Kalau pernyataan dianggap salah, Rawink meminta masyarakat membacanya langsung di sejumlah media nasional dan media lokal.

“Saat ini seluruh dunia sedang membicarakan Covid-19 sebagai virus yang berbahaya dan mematikan, sehingga setiap orang harus hati-hati mengeluarkan statemen karena itu bisa membuat masyarakat menjadi resah dan phobia. Terlebih lagi disampaikan pejabat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman ketika dikonfirmasi benar tidaknya menyampaikan ke media bahwa jenazah di Kecamatan Pamengpeuk adalah positif Corona, melalui ajudannya mengatakan, saat itu Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman tengah bertugas di lapangan. “Bapak lagi di lapangan. Konfirmasi saja langsung ke bapak,” ujar salah satu ajudannya, Minggu, (03/05/2020. (aa)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More