BPK Temukan Selisih Anggaran PEN dalam APBN, Achmad Hafisz Tohir: Sangat Memprihatinkan

24

LOGIKANEWS.COM – Sebesar Rp147 triliun selisih yang ditemukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam APBN 2020. Selisih itu didapat dari perhitungan BPK yang menyebut total anggaran PEN tersebut Rp841,89 triliun, sedangkan Kementerian Keuangan menyebut Rp695,2  triliun, dari kedua angka itulah selisih ditemukan BPK.

Menanggapi temuan itu, Anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir mengaku sangat prihatin karena selisih nya cukup besar Rp147 triliun.

“Bukan angka yang sedikit selisih Rp147 triliun. BPK harus segera kami undang ke DPR menyampaikan secara detail bagian mana saja yang tidak kredibel tersebut. Ini persoalan serius karena menyangkut uang rakyat,” kata Hafisz dalam keterangan persnya, Kamis (9/9/2021).

Hafisz mengemukakan, dari ikhtisar hasil pemeriksaan BPK semester II 2020, ada biaya program PEN di luar skema sebesar Rp27,32 triliun. Dari angka itu, yang sudah dibelanjakan dalam APBN 2020 sebesar Rp23,59 triliun. Selain itu, lanjut dia, ada alokasi kas badan layanan umum (BLU) Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) kepada BLU-BLU Rumpun Kesehatan sebesar Rp1,11 triliun.

“Ada relaksasi PNBP K/L sebesar Rp79 miliar yang berasal dari insentif penundaan pembayaran PNBP,” ungkap politisi PAN tersebut.

Temuan BPK, sambungnya, juga mencakup fasilitas perpajakan yang diatur dalam PMK Nomor 28 Tahun 2020 selain PPN ditanggung Pemerintah dan PP Nomor 29 Tahun 2020 yang belum masuk ke dalam penghitungan alokasi program PEN dengan nilai yang belum bisa diestimasi. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More