Berharap Sosialisasi Dan Pembinaan Persiapan Sebelum Bekerja Di Luar Daerah Dan Luar Negara

42

LOGIKANEWS.COM – Dari kepemimpinan Bupati Dedi Mulyadi sampai sekarang di bawah kepemimpinan Ambu Anne Ratna Mustika, Pemerintah Kabupaten Purwakarta peduli terhadap warganyanya agar tidak menjadi korban gara-gara dijanjikan pihak yang tidak bertanggungjawab dan berakhir mengecewakan karena tidak sesuai harapan.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta Tuti Gantini kepada media diruang kerjanya, Rabu (10/11/2021).

Ia mengatakan, sejak 2 Mei 2011, seluruh Kepala Desa, seluruh Lurah dan Camat di Kabupaten Purwakarta tidak di perkenankan merekomendasi warganya menjadi Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Malaysia dan Timur Tengah. Mengingat, sampai saat ini masih terdengar kasus dan korban bermunculan yang menimpa warga Purwakarta, baik di luar Daerah atau Luar Negara.

Pihaknya berharap, kedepan ada sosialisasi di setiap Kecamatan agar dapat meminimalisir kasus-kasus yang tidak kita harapkan bersama.

“Sosialisasi agar warga paham pentingnya kesiapan berbagai hal yang di perlukan sebelum berangkat untuk bekerja di luar daerah atau luar negara, harus memenuhi segala sesuatunya dengan matang, baik fisik, mental dan keahlian, disertai perjanjian tertulis menjaga kemungkinan sesuatu terjadi kemudian hari,” katanya.

Jika di perkenankan, lanjutnya, bisa di buatkan Pokja yang bisa berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sesuai tugas pokok pungsinya, baik dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Kementrian Luar Negeri, Kementrian Sosial, Kementerian Tenaga Kerja, Kepolisian, Media dan pihak-pihak lainnya.

“Semua bisa bekerja berpartisipasi melakukan perbaikan untuk kita bersama di mulai dari diri sendiri dan lebih luas, saling mengingatkan dan mendukung pentingnya disiplin menjaga hal-hal yang tidak diinginkan sekuat mungkin upaya kita agar hasilnya lebih maksimal,” imbuhnya.

Bersama pasti lebih kuat, katanya lagi. “Jadi perlu dukungan semua elemen, pembinaan berkelanjutan, evaluasi dan meningkatkan kinerja agar tidak terdengar lagi korban berjatuhan mulai penelantaran, kekerasan secara pisik, mental bahkan meninggal karena kecerobohan dan lalai dalam persiapan sebelum berangkat untuk bekerja,” ungkapnya.

Tuti menambahkan, “Keahlian, dokumen dan banyak lagi yang sangat perlu kita siapkan agar semua lancar, aman, nyaman dan selamat mulai dari rumah, keberangkatan sebelum bekerja, saat bekerja, sesudah bekerja dan tibanya waktu pulang, sampai di rumah kembali berkumpul dengan keluarga di tempat tinggal masing-masing dengan perasaan bahagia dan lebih sejahtera dari sebelum berangkat kerja,”Terang Kabid Binapenta tersebut. (Laela)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More