Hujan yang mengguyur Kota Bandarlampung sejak sore – malam pada hari Kamis 8 Januari 2026 membuat beberapa wilayah di Kota Tapis Berseri ini terdampak banjir. Jumat (9/1/2026).
Pada Jumat pagi 9 Januari 2026 Walikota Eva Dwiana bersama pejabat terkait turun ke lapangan meninjau wilayah di Kecamatan Sukabumi.
Walikota menuju jalan Alimudin Umar, Kecamatan Sukabumi yang semalam air meluap hingga ke jalan kemudian air juga meluap memasuki jalan-jalan kecil menuju rumah-rumah warga.
Setelah dari jalan Alimudin Umar, walikota dan rombongan menuju jalan Soekarno-Hatta (by pass) yang juga air meluap ke jalan dan ada beberapa rumah tergenang air yang sekitar 20 cm.
“Penyebabnya drainase sudah banyak tanah-tanah yang menumpuk jadi solusinya kita akan angkat kotoran yang ada,” kata Walikota Eva Dwiana usai memantau di by pass tidak jauh dari Rumah Makan Begadang 5, Jumat 9 Januari 2026.
Pemkot Bandarlampung tidak dapat langsung mengeksekusi pembersihan drainase yang di by pass tersebut, karena drainase tersebut wewenangnya pusat atau Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Untuk membersihkan sedimen di drainase bypass ini, kita harus izin dulu ke balai karena ini wilayahnya balai,” tambah Eva.
Sementara untuk di wilayah Kecamatan Sukabumi, Pemkot Bandarlampung berencana akan membuat talud di Sungai Way Campang agar air tidak meluap ke jalan lagi.
“Harapan kita kalau nanti dibuatkan talud air tidak meluap ke jalan lagi, air lancar,” kata Walikota Eva Dwiana.
Sidak wilayah banjir di Kota Bandarlampung, Walikota Eva Dwiana didampingi Kepala Bapperinda, Dini, Kadis PU Dedi Sutiyoso, Kadis Perkim, Muhaimin, Kepala Damkar Anthoni Irawan, Kadishub Socrat dan Kepala BPBD Idham.(*)





