Perjuangan Panjang Pedagang Pasar Limbangan, Tinggal Menunggu Eksekusi

694

LOGIKANEWS.COM – Aliansi Limbangan (Alim) meminta Pemkab Garut segera menyelesaikan persoalan di Pasar Limbangan, yakni dengan merumuskan pemindahan para pedagang ke Gedung Pasar Limbangan. Pasalnya, validasi jumlah pedagang di Pasar Limbangan sudah selesai dilaksanakanSelama ini belum terealisasi, Alim akan mendesak Pemkab Garut untuk segera menuntaskan persoalan Pasar Limbangan yang sudah bertahun-tahun tak kunjung usai.

“Kami khawatir Pemda Garut meninabobokan pedagang. Setelah pedagang melakukan demo di Gedung Dewan sampai Tiga Hari baru kemudian dilakukan validasi yang dipimpin oleh Pak Dani selaku Kabid di Disperindagpas Kabupaten Garut. Namun setelah itu bagaimana langkah kongkritnya kami belum tahu. Untuk itu kami mendesak Pemkab Garut segera menuntaskan persoalan di Pasar Limbangan,” papar Ketua Alim, Denden Amirulloh di Pesantren Ciseureuh Limbangan, Rabu (15/04/2018).

PERHATIAN: Salah satu baligho yang dibuat warga Pedagang di Pasar Limbangan menjadi perhatian warga. Baligho tersebut berisi kekecewaan warga pedagang terhadap Pemerintah, dari mulai bupati, DPRD, gubernur sampai presiden. Ditambah dengan kalimat, ketika suara mereka tidak lagi didengar oleh Pemerintah Indonesia, apakah mereka harus mengadu ke Presiden negara tetangga. Hal ini dilakukan warga karena perjuangannya selama Lima Tahun belum kunjung usai. Padahal di Limbangan sendiri ada pejabat penting yang bekerja di lingkungan istana, Teten Masduki. (FT: M Adhy Ramdani)

Menurut Denden, validasi jumlah pedagang Pasar di Limbangan terakhir dilaksanakan hari Senin pekan lalu dan hasilnya sudah diserahkan ke Disperindagpas Kabupaten Garut, untuk dilanjutkan ke Pjs bupati dan Kadisperindag pas, Wawan Nurdin. “Validasi yang kami serahkan ke Disperindagpas tentang data kios pemegang surat ijin dari Disperindagpas atau pedagang eksisting yang berjumlah 403, sesuai data validasi data yang pertama,” ungkap Denden.

Setelah validasi selesai, sambung Denden, maka pedagang tinggal menunggu eksekusi. Persoalan Pasar Limbangan semakin terang benerang, setelah masalah data pemegang eksisting yang awalnya tidak jelas dan berbelit-belit karena terjadi saling klaim antara pedagang dengan PT Elva. “Sekarang masalah validasi sudah selesai,” terangnya.

Alim berharap Pemda secepatnya menyelesaikan dan mengambil langkah kongkrit, diantaranya merumuskan langkah-langkah eksekusi untuk memindahkan pedagang eksisting yang belum terakomodir serta sudah ada kesiapan dari P3L. “Eksisting yang belum terakomodir sebanyak 107 pedagang, yang selama ini bertahan di Lapangan Pasopati. Selama ini juga hak pecinta olahraga yang terampas oleh masalah revitalisasi pasar modern. Karena 107 pedagang ini terpaksa menempati lapangan itu,” katanya.

Denden menjelaskan, tim khusus yang disahkan oleh Pemda Garut untuk menyelesaikan validasi jumlah pedagang diantaranya PT Elva, Iwappa, P3L dan Alim sebagai sosial kontrol yang dipimpin oleh salah satu Kabid Disperindagpas Kabupaten Garut, Dani.

“Selama ini ada satu kekhawatiran dari pihak Alim, bahwa Pemkab hanya menina bobokan pedagang agar demo di DPRD tidak dilanjutkan. Sehingga Alim akan terus mengawal hal ini sampai tuntas. Pemkab Garut harus serius memindahkan semua pedagang ke Pasar Limbangan. Apabila hal ini belum dilaksanakan, maka persoalan Pasar Limbangan tidak akan pernah tuntas,” pungkas Denden. (Asep Ahmad)

Ruangan komen telah ditutup.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More