Pemuda Pancasila Mengaku Miris Ada Pesta Diatas Tangisan PKL

3

 

Dankoti PP, MPC Kabupaten Garut, Indra Christian. (Ft: ost)

LOGIKANEWS.COM – Dankoti Pemuda Pancasila (PP), MPC Kabupaten Garut, Indra Christian mengaku miris dengan dua kejadian yang terjadi di Kabupaten Garut.
Di satu sisi, sejumlah pejabat di Kabupaten Garut yaitu jajaran Bupati, Wakil Bupati, beserta pejabat eksekutif lainnya yang menghadiri acara pelantikan 50 Anggota DPRD Garut yang tengah memeriahkan suasana kemenangan para wakil rakyat terpilih periode 2019-2024.
Para pejabat ini duduk santai dengan pakaian berdasi disuguhi makanan sehat dan buah-buahan. Kehadiran mereka pun mendapatkan uang bulanan yang membuat mereka (pejabat,red) merasa nyaman duduk di gedung mewah yang anggarannya berasal dari masyarakat.
Di satu sisi, ratusan atau bahkan ribuan orang yang terdiri dari Pedagang Kaki Lima (PKL) tengah berjuang agar mereka dan keluarganya bisa berjualan. Karena selama dua bulan hampir tidak bisa mencari nafkah, guna memenuhi kebutuhan keluarganya.
Karena, setelah Pemkab Garut memberlakukan Perda No.18 Tahun 2017, para pedagang di Jalan Ahmad Yani tidak bisa berjualan di lokasi yang selama ini menjadi tempat mereka mencari nafkah.
“Kalau saja para pejabat itu punya hati nurani, minimal mereka menanyakan apakah para PKL ini sudah makan atau belum. Karena fakta di lapangan, ada masyarakat di tengah-tengah hajatan para pejabat yang sedang kesusahan,” ujar Indra.
Menurut Indra, kalau saja para pejabat yang sedang merayakan kesuksesannya menjadi anggota DPRD itu punya hati nurani, minimal mereka bisa bertanya atau menanyakan kondisi para pengunjuk rasa.
“Miris saya melihat kondisi seperti ini. Satu sisi pejabat sedang duduk, makan dan minum di gedung mewah. Tetapi di waktu bersamaan, diluar gedung banyak orang yang kehausan,” papar Indra.
Indra menilai, peristiwa ini merupakan fakta yang nyata terjadi di Kabupaten Garut. Melalui media, Indra berharap para pejabat eksekutif dan legislatif bisa lebih peka terhadap rakyatnya.
“Kalau mereka membaca ini melalui media, saya berharap mereka bisa serius mengurus masyaraka, sehingga kejadiannya tidak terulang lagi. Jangan sampai ada kemewahan diatas penderitaan rakyat yang membayar mereka,” tandas Indra. (Asep Ahmad)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More