KUOTA FLPP MBR BERKURANG DAMPAKNYA AKAN MEMPERBURUK PEREKONOMIAN NEGARA

87

LOGIKANEWS.COM – Ketua OKK DPD Apersi Jawa Barat, H Nurul Mubin mengatakan, pengurangan kuota perumahan bersubsidi bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) terkait pengurangan quota FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Properti) akan berdampak buruk terhadap perkenomian di Indonesia. Pasalnya, sejumlah aktivitas masyarakat yang bergerak diberbagai bidang usaha juga akan sangat terganggu.
H Nurul mencontohkan, apabila di salah satu developer ada satu pembangunan rumah, maka disana akan membutuhkan sejumlah material, melibatkan beberapa tenaga kerja dan akan ada aktifitas jual beli antara pekerja dengan sejumlah pedagang. Apabila ini terhenti, maka akan ada perputaran uang yang hilang.
“Contoh simplenya seperti itu. Permintaan perumahan bersubsidi bagi MBR ini sangat tinggi, sehingga Pemerintah seharusnya memberikan berbagai kemudahan agar program ini terealisasi dengan baik. Tetapi, kalau terjadi sebaliknya, maka akan menghilangkan mata rantai perkenomian yang sudah berjalan,” ujar H Nurul Mubin, di Mandala Residence, Rabu (28/08/2019).
Pemerintah, sambung H Nurul seharusnya memikirkan semua aspeknya secara luas. Bukan hanya sekedar membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan rumah yang layak, tetapi juga memikirkan dampak lainnya. “Dengan adanya program perumahan bersubsidi telah membantu meringankan beban masyarakat. Selain itu, juga mengurangi angka pengangguran dan menambah perputaran ekonomi di tingkat paling bawah. Developer untung, penjual matrial, pegawai sampai ke warung-warung kecil merasakan dampak positif program ini,” terangnya.
Untuk itu, H Nurul meminta Jokowi untuk meneruskan program yang mulia ini. Dirinya meyakini Presiden Jokowi sangat peduli terhadap masyarakat berpenghasilan rendah dan akan memikirkan secara serius agar program ini bisa kembali berjalan dan menambah kuota.
“Pak Presiden Jokowi sejak awal sudah memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap masyarakat berpenghasilan rendah. Untuk itu kami berharap program dan penambahan kuota perumahan bersubsidi bagi MBR bisa diperhatikan lebih serius oleh pemerintah,” terangnya. (Ridwan/Yogi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More