Kejaksaan Garut Menunggu Perhitungan Nilai Kerugian Dugaan Korupsi di SMKN 2 Garut

779

GARUT (LOGIKANEWS.COM) – Dugaan Tindak Pidana Korupsi di SMKN 2 Garut saat ini sedang dalam proses penyidikan oleh Kejaksaan Negeri Garut. Dugaan kasus korupsi  di sekolah ini hampir berbarengan dengan dugaan korupsi di SMKN 10 Garut, terkait dugaan korupsi untuk pengadaan alat kendaraan ringan.
Modus dan jumlah kerugian berdasarkan taksiran Kejari Garut hampir sama dengan dugaan korupsi di SMKN 10.
“Kasus yang sama dengan SMKN 10, tetapi tidak mirip. Jumlah kerugiannya pun kurang lebih sama. Ada dua versi kerugian, tetapi Kejari Garut memiliki penilaian sendiri. Ada Pasal dalam UU Korupsi yang tidak harus ada kerugian negara, tergantung bunyi pasalnya,” demikian diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Garut (Kajari), Kejari Garut, Mamik Suligiono SH kepada wartawan di halaman Kantor Kejaksaan yang baru, bulan Juli 2017 lalu.
Menurut Mamik, dalam kasus ini terdapat banyak saksi. Tetapi, pihaknya tidak menilai persoalan tersebut dari banyaknya saksi, melainkan dari saksi-saksi yang berkualitas. “Saksi banyak, dari saksi bukan kuantitas yang dibutuhkan, tetapi kualitas saksi,” ujar pejabat tertinggi di lingkungan Kejari Garut sambal bersenda gurau dengan sejumlah media.
Sementara, ketika dihubungi lagi, Kajari Garut, H Mamik Suligiono SH MH  kepada Harian Logika dan Logikanews.com mengatakan, pihaknya masih belum menerima hasil perhitungan nilai kerugian dugaan korupsi di SMKN 2. Sedangkan untuk kasus dugaan korupsi di SMKN 10 Garut, ke empat tersangka masih menjalani proses hukum di persidangan Tipikor Bandung.
“Kasus di SMKN 2 sedang dalam proses. Kami masih menunggu hasil perhitungan untuk nilai kerugiannya,” papar Mamik Suligiono, di lapangan Gedung Kejari Garut, Rabu (20/09/2017).  (Asep Ahmad)
 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More