H IWAN HEW: 17 AGUSTUS MOMEN BERSEJARAH YANG HARUS SELALU DIKENANG

77

LOGIKANEWS.COM – Salah satu tokoh masyarakat di Kampung Seni, RW O4 Keluarahan Jaya Waras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, H Iwan Hew mengatakan, 17 Agustus 2019 merupakan hari yang bersejarah. Dimana, 74 tahun yang lalu, pada tanggal dan bulan yang sama sang Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Buang Karno membacakan teks kemerdekaan Republik Indonesia untuk yang pertamakalinya.
“Pembacaan teks proklamasi kemerdekaan dilaksanakan tepat nya pada tanggal 17 Agustus 1945 (hari Jum’at) di jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta (yang sekarang menjadi jalan Proklamasi), pembacaan teks proklamasi dilakukan oleh Ir. Soekarno,” ujar H Iwan.
Menurut H Iwan, berdasarkan sejarah, dalam pelaksanaan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan banyak tokoh dan rakyat yang hadir untuk menyaksikan pembacan teks tersebut berkumpul di termpat itu, sesuai kesepakatan yang diambil di rumah Laksamana Maeda, para tokoh Indonesia menjelang pukul 10.30 waktu Jawa (zaman Jepang) atau 10.00 WIB telah hadir di rumah Ir. Soekarno. Mereka hadir untuk menjadi saksi pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
“Acara yang disusun dalam upacara di kediaman 1r. Soekarno (jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta) tersebut, diantaranya, pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, pengibaran bendera Merah Putih dan sambutan Walikota Jakarta Suwiryo dan dr. Muwardi,” ungkapnya.
Saat itu, ujar H Iwan, upacara proklamasi kemerdekaan berlangsung tanpa protokol. Latief Hendraningrat memberi aba-aba siap memimta kepada barisan pemuda agar berdiri tegak dengan sikap sempurna.
Ketika Bung Karno dan bung hatta bersiap untuk membacakan teks proklamasi suasana pun seketika menjadi haning, mendengarkan suara Bung Karno yang begitu haru, Bung Karno didampingi Bung Hatta membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia setelah sebelumnya mengucapkan pidato singkat.
Setelah pembacaan Proklamasi Kemerdekaan selesai, kemudian dilanjutkan dengan upacara pengibaran bendera Merah Putih, Bendera Sang Saka Merah Putih itu dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno. saat itu Suhud bertugas mengambil bendera dari atas baki atau nampan yang telah disediakan dan mengibarkannya dengan bantuan Latief Hendraningrat.
“Kemudian Sang Merah Putih mulai dinaikkan dan hadirin yang datang bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bendera dinaikkan perlahan-lahan menyesuaikan syair lagu Indonesia Raya. Setelah selesai pengibaran bendera Merah Putih kemudian dilanjutkan sambutan dari Walikota Jakarta Suwiryo dan dr. Muwardi,” beber H Iwan.
Yang tertulis dalam sejarah bangsa Indonesia, pelaksanaan upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dihadiri oleh tokoh-tokoh Indonesia lainnya, seperti Mr. Latuharhary, Dr, Samsi, Ibu Fatmawati, Mr. A.G. Pringgodigdo, Mr Sujono, Ny. SK. trimurti dan Sukarni.
“Dari pembacaan teks proklamasi inilah, masyarakat Indonesia terlepas dari penjajahan selama ratusan tahun lamanya. Sejak pembacaan teks proklamasi inilah, jutaan warga Indonesia memperoleh kemerdekaan, memulai langkah baru menuju kehidupan yang merdeka. Maka dari itu, kita sebagai warga negara yang baik sangat penting untuk mengenang hari bersejarah ini. Kita juga wajib mendoakan para pejuang yang telah gugur agar menjadi ahli syurga,” katanya. (Asep Ahmad)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More