Siswi Ditelanjangi Oknum, Ribuan Masa Gelar Aksi

141

(KOTA TASIKMALAYA) – Berbagai Element Massa dari Al-Mumtaz, Gibas, HMI, Gaza, FPI dan organisasi lainnya berjubel berkumpul di Pos Adipura, Selasa (26/12/2017) lalu untuk melakukan aksi terkait adanya dugaan penelanjangan kepada seorang pengunjung yang dituduh mencuri, karena mesin detektor di Toko Ratu Paksi beberapa hari sebelumnya.
Bahkan setelah adanya insiden tersebut dan menjadi viral di Medsos, Toko yang menjual asesoris itu ditutup sementara, Senin lalu (25/12/2017) oleh Pemerintah Kota, dengan alasan karena beberapa Izin Operasional belum diperpanjang.
Meskipun sudah ditutup, namun beberapa element massa tetap melakukan aksi. Seperti yang dituturkan oleh Fikri Zulfikar dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dalam pernyataan sikapnya, Fikri menyatakan insiden dugaan penelanjangan tersebut sudah jelas melanggar KUHP Pasal 289-pasal 296 tentang tindakan perbuatan cabul UU No 8 tahun 1999, tentang perlindungan konsumen dan prinsip dasar pembangunan No 8.
“Menyikapi fakta yang terjadi belakangan ini, di Kota Tasik menjadi issue publik tentang tindakan yang biadab yang dilakukan oknum pegawai Toko Ratu Paksi kepada seorang guru ngaji sekaligus pelajar,” ungkapnya.
Oleh karena itu, HMI menuntut dan menyatakan sikap, mengecam keras tindakan tidak manusiawi yang dilakukan pihak Toko Ratu Paksi serta HMI mendorong aparat untuk menuntaskan secara hukum atas tindakan biadab tersebut, dengan menutup mutlak dan bukan hanya menyegel sementara. Selain itu, pihak HMI juga mendorong pemerintah untuk formalisasi dan penegakan Perda Tata Nilai Kota Tasik yang religius, mengutuk keras oknum oknum yang memanfaatkan ruang demokrasi umat dan bangsa dan menghimbau umat agar tidak terproganda dan terpecah belah untuk kepentingan pragmatis.
Hal senada diungkapkan Ketua Gibas, Agus yang mengatakan, pihaknya menuntut kepada pihak pemerintah yang berwenang untuk menutup selamanya toko Ratu Paksi Karena sudah mencederai seluruh masyarakat kota Tasikmalaya umumnya dan umat Islam khususnya.
“Gibas juga meminta kepada pihak kepolisian untuk memproses kepada oknum pegawai di toko Ratu Paksi. Kami akan terus mengawal proses hukum kepada oknum yang telah melecehkan salah seorang masyarakat,”pungkasnya. (Rian Sutisna)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More